Ilustrasi. Foto: dok Pertamina.
Update Harga Pertamax di 5 Provinsi, Berikut Daftarnya
Whisnu Mardiansyah • 10 June 2026 12:35
Pekanbaru: PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax untuk wilayah Riau menjadi Rp17.000 per liter. Sebelumnya, harga Pertamax di wilayah tersebut dibanderol Rp12.300 per liter. Penyesuaian ini mulai berlaku pada Rabu, 10 Juni 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar. Penyesuaian ini juga dilakukan setelah melalui proses evaluasi berdasarkan formula harga yang ditetapkan pemerintah.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat agar terus berjalan optimal," kata Roberth dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Riau, seperti dilansir Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Sementara itu, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Baca Juga :
Update Harga BBM Pertalite per 10 Juni 2026
Penyesuaian harga Pertamax berbeda tarifnya di berbagai wilayah Indonesia. Provinsi Riau berada pada level yang sama dengan Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, yakni seharga Rp17.000 per liter.
Di sejumlah provinsi di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga Pertamax dipatok Rp16.250 per liter. Sementara untuk sejumlah daerah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, harga Pertamax tercatat Rp16.650 per liter.
Seorang warga Kota Pekanbaru, Rahmi, mengaku kaget dengan harga tersebut. Biasanya ia kadang-kadang mengisi Pertamax untuk menghindari aturan pengisian BBM subsidi.
"Sekarang jadi harus antre pakai Pertalite karena harganya sudah terpaut cukup jauh, atau isi di tempat eceran saja kalau tidak naik," ungkapnya.

Ilustrasi. Foto: dok MI