Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya Mulai Beroperasi Oktober, Ini Rutenya
Daviq Umar Al Faruq • 15 June 2026 09:53
Malang: Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan perluasan jangkauan transportasi massal Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Layanan bus pada koridor 2 ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 mendatang untuk menghubungkan Kabupaten Malang bagian selatan dengan Kota Malang.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, menegaskan bahwa persiapan penambahan rute baru tersebut kini sudah memasuki tahap finalisasi. Kehadiran koridor baru ini diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat antardaerah.
"Untuk Trans Jatim di wilayah Malang sudah final. Memang nanti akan ditambahkan koridor 2. Rencana estimasi akan dijalankan pada bulan Oktober," kata Cito saat dikonfirmasi, Senin, 15 Juni 2026.
Secara teknis, rute Trans Jatim koridor 2 dirancang untuk melayani perjalanan dari Terminal Talangagung di Kepanjen menuju Terminal Arjosari di Kota Malang. Jalur strategis ini nantinya juga akan terintegrasi langsung dengan Terminal Hamid Rusdi sebagai titik transit utama.
"Titik asal dan tujuan untuk koridor 2 itu keberangkatannya dari daerah Talangagung, Kepanjen, sampai Terminal Hamid Rusdi. Nanti melalui Hamid Rusdi menuju ke Terminal Arjosari," ujar Cito.
Meskipun titik keberangkatan dan tujuan akhir sudah dipastikan, Dishub Jatim saat ini masih mematangkan detail ruas jalan yang aman untuk dilalui armada. Koordinasi intensif dengan sejumlah pihak terkait untuk membahas detail rute tersebut dijadwalkan rampung pada pekan depan.
"Untuk detailnya, kira-kira melewati jalan mana, ruas jalan mana, itu menunggu rapat pada hari Rabu mendatang. Namun pemetaannya, titiknya sudah difinalkan, yaitu Terminal Talangagung melewati Terminal Hamid Rusdi, kemudian tujuan akhirnya adalah Terminal Arjosari," jelas Cito.
Cito menambahkan, kehadiran koridor 2 ini mengusung misi penting untuk memperluas cakupan layanan transportasi publik hingga ke wilayah timur Kota Malang. Kawasan tersebut dinilai krusial karena belum terakomodasi oleh layanan koridor pertama yang sudah berjalan.
Pihaknya optimistis seluruh proses administrasi dan teknis di lapangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Operasional resmi koridor baru ini tinggal menunggu lampu hijau dan persetujuan final dari pimpinan Pemprov Jatim.
"Rencananya, Insyaallah apabila tidak ada kendala, sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku, kita akan jalankan atas izin Ibu Gubernur dan Bapak Kepala Dinas pastinya pada bulan Oktober," tutur Cito.