Ilustrasi: Freepik
Rayakan Tahun Baru Hijriah, Ini Amalan yang Dianjurkan Pada 1 Muharam
Riza Aslam Khaeron • 13 June 2026 19:03
Jakarta: Umat Islam di Indonesia akan segera menyambut datangnya 1 Muharam 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam 2026. Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, 1 Muharam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Momentum 1 Muharam bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah.Lebih dari itu, bulan Muharam memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT., yakni bulan yang di dalamnya ibadah dilipatgandakan pahalanya dan dosa-dosa lebih berat timbangannya.
Rasulullah SAW pun menyebut Muharam sebagai syahrullah atau bulan Allah, sebuah penisbatan yang menunjukkan betapa agungnya bulan ini.
Menjelang 1 Muharam 1448 H, berbagai kegiatan keagamaan biasanya mulai digelar di berbagai penjuru Indonesia, mulai dari doa bersama, kajian Islam, pawai obor, hingga tradisi lokal yang dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Islam.
Lalu, apa saja amalan yang dianjurkan pada 1 Muharam dan sepanjang bulan Muharam? Mengutip NU Online, berikut ulasannya.
Puasa Sunah Muharam
(1).jpg)
Ilustrasi: Pexels
Puasa adalah amalan paling utama yang dianjurkan di bulan Muharam. Keutamaannya ditegaskan langsung oleh Rasulullah saw. dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharam, dan salat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam." (HR Muslim)
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh ath-Thabarani, disebutkan bahwa berpuasa satu hari di bulan Muharam pahalanya setara dengan 30 hari puasa:
"Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharam maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa." (HR ath-Thabarani)
Ada tiga jenis puasa sunah yang dianjurkan di bulan Muharam beserta niatnya masing-masing:
Puasa Muharam (umum)
.jpg)
Nawaitu shaumal Muharrami lillahi taala.
Artinya: "Saya niat puasa Muharam karena Allah taala."
Puasa Tasu'a (9 Muharam)
.jpg)
Nawaitu shauma Tasu'a lillahi taala.
Artinya: "Saya niat puasa Tasu'a karena Allah taala."
Puasa Asyura (10 Muharam)
.jpg)
Nawaitu shauma Asyura lillahi taala.
Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah taala."
Di antara ketiga puasa sunah di atas, puasa Asyura pada 10 Muharam adalah yang paling dianjurkan karena memiliki keutamaan khusus sebagai pelebur dosa setahun yang lalu.
| Baca Juga: Festival 1 Muharam di Lombok Timur Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lewat UMKM |
Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
Amalan berikutnya adalah membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Keduanya menjadi penanda spiritual pergantian tahun Hijriah, mengakhiri tahun dengan permohonan ampun dan membuka tahun baru dengan harapan serta tekad yang diperbarui.Doa Akhir Tahun
Dibaca sebanyak tiga kali sebelum Magrib pada akhir bulan Zulhijah, yakni 29 atau 30 Zulhijah:.jpg)
Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku pada tahun ini yang termasuk Kau larang, sementara aku belum sempat bertobat; perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku; dan perbuatan dosa yang Kau perintahkan untuk ditobati, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai pada tahun ini dan perbuatanku yang Engkau janjikan pahala-Mu. Janganlah Kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Doa Awal Tahun
Dibaca sebanyak tiga kali setelah Magrib pada malam 1 Muharam:.jpg)
Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya pada tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
Bulan Muharam adalah kesempatan emas yang datang setahun sekali. Dua amalan di atas, yakni puasa sunah Muharam serta doa akhir dan awal tahun, merupakan cara paling mudah dan bermakna untuk mengisi bulan istimewa ini dengan ibadah yang bernilai tinggi.
Semoga 1 Muharam 1448 H menjadi awal tahun yang lebih baik, lebih berkah, dan lebih dekat kepada Allah Swt. bagi kita semua.