Ilustrasi. Foto: Freepik.
Menyoroti Arah Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global
Ade Hapsari Lestarini • 9 January 2026 19:06
Jakarta: Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anggawira, membahas arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global dalam dua bukunya. Buku ini menjadi refleksi dari pengalamannya selama dua dekade lebih bergulat dan berkontribusi dalam laju pertumbuhan ekonomi nasional.
"Buku ini menjadi jalan panjang sekaligus milestone dari kegiatan saya sebagai seorang pengusaha. Ini menjadi persembahan saya buat Indonesia," kata Anggawira dalam peluncuran bukunya di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.
Kedua buku karya Anggawira ini masing-masing berjudul "Di Balik Layar Persaingan Usaha: Praktik dan Penegakan di Indonesia" serta "Negara, Pasar, dan Keberanian Memilih: Esai-Esai Kebijakan dari Tengah Pusaran Krisis Global". Peluncuran buku ini ditandai juga acara talkshow yang menghadirkan sejumlah tokoh kunci dalam perekonomian nasional.
Saat diskusi, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Anggawira dalam memperkaya literatur kebijakan publik di Indonesia. Menurutnya, penerbitan dua buku ini merupakan bukti nyata dari dinamika intelektual dan konsistensi Anggawira dalam mengawal isu-isu strategis nasional.
"Menulis memerlukan komitmen, wawasan, serta kemampuan berpikir yang runtut. Karya ini adalah wujud nyata dari kontribusi pemikiran yang jernih dan tajam di tengah dinamika kebijakan publik kita," kata Silmy.
Silmy menilai hadirnya kedua buku ini tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, namun sangat relevan secara empiris dengan realitas di lapangan. Melalui narasi yang dibangun, kata dia, Anggawira dinilai berhasil menjembatani perspektif regulator dan pelaku usaha dengan satu tujuan utama, yakni kepentingan nasional. "Buku ini mengajak kita memahami tantangan dan dilema persaingan hukum serta kebijakan di Indonesia secara lebih mendalam," tambah dia.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anggawira. Foto: dok Hipmi.
Realitas sosiopolitik dan ekonomi di Indonesia
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai buku ini secara cerdas menggambarkan keberanian kepemimpinan di era Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan arah ideologi ekonomi bangsa. "Buku ini memotret sebuah persimpangan krusial: apakah kita akan sepenuhnya larut dalam mekanisme pasar bebas atau tetap setia memegang teguh mandat konstitusi UUD 1945. Ini adalah cerminan dari keberanian kita untuk memilih jalur yang paling tepat bagi kedaulatan bangsa," ungkap Ferry.
Ferry juga menambahkan karya ini sangat krusial dalam memberikan perspektif mendalam mengenai realitas sosiopolitik dan ekonomi yang tengah terjadi di Indonesia saat ini. Ia berharap buku ini dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan maupun masyarakat umum dalam memahami pilihan-pilihan sulit yang dihadapi negara di tengah ketidakpastian global.
"Buku ini penting karena menggambarkan kondisi riil saat ini, di mana kita dihadapkan pada situasi yang menuntut ketegasan sikap. Kehadiran literatur seperti ini diharapkan dapat memperkaya diskursus mengenai posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman, sembari tetap menjaga keseimbangan antara pasar dan perlindungan terhadap kepentingan rakyat," kata dia.
Dalam acara diskusi ini hadir juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Anindya Novyan Bakrie, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Dr Fanshurullah Asa. Selanjutnya ada Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Hilmawan Buchari, Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet, Direktur Utama PT Krakatau Steel Dr Muhammad Akbar Djohan, Guru besar hukum ekonomi Fakultas Hukum Unpad Tarsisius Murwadji, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Prof Dr Angkasa.
Secara garis besar, Anggawira menuangkan pemikirannya sebagai upaya dalam memberikan peran dan kontribusi bagi tumbuhnya literasi ekonomi di Indonesia. Ia sadar budaya literasi di Indonesia masih tertinggal jauh secara global. "Jadi buku ini tidak hanya sekadar menuangkan pemikiran saya dari praktik keseharian dalam berbisnis tapi juga mendorong agar budaya literasi membaca dan menulis di Indonesia bisa ikut meningkat," kata Sekjen Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) ini.