MBG Jalan Terus Saat Ramadan, Targetkan Ibu Hamil dan Balita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

MBG Jalan Terus Saat Ramadan, Targetkan Ibu Hamil dan Balita

M. Iqbal Al Machmudi • 8 January 2026 18:30

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap beroperasi pada hari libur maupun selama bulan Ramadan. Langkah ini diambil guna memastikan intervensi gizi bagi kelompok prioritas tidak terputus demi mencegah stunting.

"Oleh sebab itu di hari libur dan di bulan Ramadan program MBG akan tetap jalan karena target utama kita adalah ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita karena golden time periode pendek sekali karena disitulah stunting dicegah dan otak berkembang," kata Dadan di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, dilansir Media Indonesia, Kamis, 8 Januari 2026.
 


Dadan menjelaskan bahwa pada tahun 2026, BGN akan memberikan perhatian ekstra pada 1.000 hari pertama kehidupan. BGN berkomitmen untuk menjangkau seluruh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita di berbagai pelosok Indonesia agar tidak ada satu pun yang terlewat hingga akhir tahun depan.

"Kita juga berharap angka stunting menurun drastisnya tapi untuk 2025 nanti kita dengar dari lembaga penduduk seberapa besar penurunannya," ujar Dadan.

Program MBG diproyeksikan sebagai fondasi kuat dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di masa depan. Menurut Dadan, pemenuhan gizi merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi secara berkelanjutan sejak dini.


Ilustrasi MBG. Foto: Dok. Media Indonesia.

"Kami melakukan intervensi untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun karena suatu waktu yang sangat penting untuk menghasilkan generasi yang berkualitas," jelas Dadan.

Dadan optimistis intervensi yang dilakukan saat ini akan membuahkan hasil dalam dua dekade mendatang. Generasi yang tercukupi gizinya hari ini diharapkan akan menjadi pemimpin masa depan yang produktif dan kompetitif.

"Mereka 20 tahun lagi akan menjadi generasi produktif yang akan menggantikan menjadi pemimpin masa depan," pungkas Dadan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)