Banjir merendam SDN 2 Dorang Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Banjir dan Longsor, 21 Sekolah di Jepara Belajar Daring
Rhobi Shani • 12 January 2026 14:15
Jepara: Bencana yang melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah terganggu. Sebanyak 21 sekolah memilih melangsungkan pembelajaran secara daring hari ini.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, Ratib Zaini, menuturkan ada 21 Sekolah Dasar (SD) yang melaksanakan pembelajaran secara daring akibat dampak cuaca ekstrem.
"Pelaksanaan daring sambil melihat kondisi cuaca," kata Ratib di Jepara, Senin, 12 Januari 2026.
Ratib merinci, satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran daring yakni di Kecamatan Tempur ada SD Negeri 2 Tempur dan SD Negeri 3 Tempur yang terdampak tanah longsor.

Banjir merendam SDN 2 Dorang Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Kemudian di Kecamatan Welahan, banjir yang masuk ke ruang kelas menyebabkan SD Negeri 1 Welahan, SD Negeri 3 Welahan, dan SD Negeri 4 Welahan melaksanakan pembelajaran daring.
Lalu di SD Negeri 1, 2, 3, dan 4 Mayonglor yang terdampak banjir, bahkan sebagian air telah masuk ke ruang kelas. Kemudian SD Negeri 1 Kuanyar, SD Negeri 2 Kuanyar, dan SD Negeri 2 Tigajuru juga terdampak banjir dan melaksanakan pembelajaran daring.
"Pembelajaran daring juga dilakukan di SD Negeri 1 Pelemkerep karena akses jalan dan halaman sekolah tergenang banjir. Lalu SD Negeri 1 Dorang dan SD Negeri 2 Dorang melaksanakan pembelajaran daring karena banjir telah masuk ke ruang kelas," jelas Ratib.
Selanjutnya SD Negeri 1 Paren dan SD Negeri 2 Paren juga terdampak banjir dan melaksanakan pembelajaran daring. Ada pula SD Negeri 1, 2, dan 3 Mayong Kidul seluruhnya melaksanakan pembelajaran daring akibat banjir.
"Di Kecamatan Kedung ada SD Negeri 2 Kedung belajar daring karena terdampak banjir," ungkap Ratib.
Selain itu, ada pula sekolah yang terdampak akibat cuaca buruk seperti adanya genangan air di sekolah. Namun masih melaksanakan pembelajaran secara luring atau tatap muka.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com