Warga mengikuti nonton bareng film dokumenter *Tambang Emas Ra Ritek* di halaman Pendapa Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (31/12/2025). (Antara/HO - Hamam Daffa)
Tanpa Euforia Kembang Api, Warga Trenggalek Rayakan Tahun baru dengan Nobar Film Lingkungan
Whisnu Mardiansyah • 1 January 2026 00:27
Trenggalek: Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyambut pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang bernuansa refleksi dan empati. Pemkab menggelar doa bersama lintas agama dan nonton bareng (nobar) film dokumenter "Tambang Emas Ra Ritek" di halaman Pendapa Manggala Praja Nugraha, Rabu malam, 31 Desember 2025.
Kegiatan ini sengaja digelar tanpa pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di Sumatra. Acara juga menjadi refleksi akhir tahun dengan tema pelestarian lingkungan.
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, menjelaskan pemerintah daerah mengikuti instrupsi untuk tidak menggelar hiburan bersifat hura-hura pada malam pergantian tahun.
"Ini menjadi momentum refleksi bersama, sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam," kata Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto, seperti dilansir Antara, Rabu, 31 Desember 2025.
Film yang diputar, "Tambang Emas Ra Ritek", merupakan film dokumenter peraih Piala Citra 2025 untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik. Film tersebut merekam perjuangan warga Trenggalek mempertahankan lingkungan dari rencana pertambangan emas.
Pemutaran film ini sekaligus menjadi pesan komitmen Pemkab Trenggalek untuk tetap mengedepankan pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi hijau. "Ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek yang menempatkan keberpihakan pada alam sebagai dasar pembangunan," ujarnya.
.jpg)
Edy menambahkan, tahun 2026 akan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya alam dan keterbatasan fiskal. Karena itu, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan pemanfaatan sumber daya alam berbasis ekonomi hijau menjadi strategi yang dikedepankan.
"Dengan keterbatasan anggaran, kami berharap program pembangunan tetap berjalan dan berkelanjutan," pungkas Edy.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Trenggalek mengajak masyarakat untuk memasuki tahun baru dengan kesadaran kolektif yang lebih tinggi tentang pentingnya harmonisasi antara pembangunan dan kelestarian alam.