Gotong Royong Jadi Kunci Pemulihan Pascabanjir dan Longsor di Pidie

istimewa.

Gotong Royong Jadi Kunci Pemulihan Pascabanjir dan Longsor di Pidie

Al Abrar • 4 January 2026 08:54

Pidie: Semangat gotong royong menjadi penggerak utama penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh, Sabtu, 3 Januari 2026. Bantuan difokuskan untuk mendukung pemulihan awal pascabencana, terutama pembersihan lumpur dan sisa material banjir.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh Yayasan Bunda Penuh Kasih yang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di sejumlah titik di Pidie dan Pidie Jaya. Bencana banjir dan longsor sebelumnya mengakibatkan rumah warga terendam, aktivitas masyarakat terhenti, serta menyisakan pekerjaan berat setelah air surut.

Ketua Yayasan Bunda Penuh Kasih, Ancilla Yanny Irmella, mengatakan bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan riil warga di lapangan, khususnya pada fase pemulihan pascabencana.

“Fase setelah air surut merupakan masa paling melelahkan. Warga harus berjibaku membersihkan lumpur serta sisa material banjir agar bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Dalam situasi inilah, kehadiran bantuan yang relevan dan langsung menyentuh kebutuhan warga menjadi sangat berarti,” ujar Ancilla.
 


Bantuan yang disalurkan meliputi makanan dalam kemasan, perabot rumah tangga, serta peralatan kebersihan dan kerja, seperti ember, sekop, cangkul, dan gerobak sorong. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis melalui Polres Pidie dan Polres Pidie Jaya.

Ancilla menegaskan, kegiatan kemanusiaan tersebut berangkat dari panggilan nurani dan komitmen untuk hadir mendampingi masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa warga Pidie dan Pidie Jaya tidak sendirian. Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa ini dalam menghadapi bencana,” katanya.

Ia menjelaskan, bantuan berupa peralatan kebersihan dan kerja diharapkan tidak hanya membantu proses pemulihan awal, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk aktivitas harian maupun mendukung kegiatan ekonomi warga setelah kondisi berangsur normal.

Yayasan Bunda Penuh Kasih juga mengajak berbagai pihak, termasuk komunitas, dunia usaha, dan pelaku UMKM, untuk terus berkontribusi dalam upaya pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, solidaritas dan gotong royong bukan hanya nilai, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat, manusiawi, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Ancilla.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Al Abrar)