Upaya Pemetaan Geologi Pascabencana Didukung

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Foto: Istimewa

Upaya Pemetaan Geologi Pascabencana Didukung

M Sholahadhin Azhar • 1 January 2026 08:43

Jakarta: Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Padang (PNP), dan Universitas Diponegoro (Undip), mengupayakan pemetaan geologi di daerah terdampak bencana. Khususnya, di Sumatra Barat.

Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, mendukung hal tersebut. Sebab, sangat penting untuk mencegah bencana serupa terulang. Perguruan tinggi juga memberikan bantuan pada warga terdampak bencana.

"Maka untuk itu kepada perguruan tinggi yang ada kami harapkan dalam rangka mensinergikan bisa bersinergi dengan PNP, UI, Undip dan yang lainnya sehingga bantuan terkonsentrasi dan terkoordinasi secara baik. Sehingga juga akan menimbulkan efek yang lebih maksimal dalam rangka untuk rehabilitasi rekonstruksi masyarakat di Sumatra Barat ke depannya," kata Mahyeldi dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, 1 Januari 2026.
 


Hasil penelitian geologi, kata Mahyeldi, dapat menjadi dasar. Terutama, untuk perencanaan ke depan bagi Provinsi Sumatra Barat.

"Terima kasih atas dukungan bapak dan ibu dan terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan tentu untuk Kemendikti yang juga telah memberikan dukungan untuk perguruan tinggi beraktivitas di Sumatra Barat." kata Gubernur. 

Kantor Wali Nagari Guguak Malalo pun menjadi perhatian dari tim UI dan PNP. Mengingat lokasi bangunan saat ini berada di tepi sungai yang menyalurkan air dari Check dam Jorong Duo Koto. 

Selain itu, posisi kantor wali nagari juga berada di bawah permukaan jalan. Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi merasa terbantu dengan tim UI yang di dalamnya ada ahli Geologi sehingga mendapatkan apa yang dibutuhkan.

"Kami berterima kasih kepada Undip, UI  dan PNP yang telah berkoordinasi dalam rangka untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kami di Sumatra Barat dan kami berharap tim yang silih berganti untuk membantu kami di Sumatra baik untuk kesehatan dan kemudian juga untuk penyediaan air bersih dan kemudian juga untuk ke depannya dalam rangka untuk merehabilitasi beberapa kawasan termasuk sungai-sungai kita, jalan-jalan kita," kata dia. 

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Foto: Istimewa

Tiga kampus perguruan tinggi tersebut melaksanakan kolaborasi respons tanggap bencana di Sumatra Barat berdasarkan keilmuan masing-masing. Universitas Indonesia bersama PNP berlokasi turun respon bencana di Nagari Padang Laweh Malalo, Nagari Guguak Malalo, dan Nagari Sumpur yang masuk wilayah Kecamatan Batipuh Selatan, Kab. Tanah Datar. Adapun Undip di Kota Padang dan Kabupaten Agam. 

Tim B UI yang berkolaborasi dengan PNP memberikan referensi pertama yaitu data potensi bencana yang muncul yakni adanya retakan di bukit yang masuk daerah Nagari Guguak Malalo. Dari retakan tersebut meluluhlantahkan tanah dan bebatuan di bukit lalu turun ke Muaro Ambius dan masuk ke Danau Singkarak. 

Kemudia, terkait pendokumentasian Check dam (bendungan kecil) di Jorong Duo Koto yang hancur lebur. Kehadiran bendungan atau sabo tersebut sangat membantu warga dalam meminimalisir dampak longsor maupun banjir bandang (galodo).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)