Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjatan dengan Lepaskan 250 Drone

Tentara Kamboja dituduh melakukan pelanggaran gencatan senjata. Foto: Anadolu

Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjatan dengan Lepaskan 250 Drone

Fajar Nugraha • 30 December 2025 20:05

Bangkok: Tentara Thailand pada Senin 29 Desember 2025 menuduh Kamboja melanggar perjanjian gencatan senjata yang baru ditandatangani. Gencatan itu dicapai setelah berminggu-minggu bentrokan perbatasan yang mematikan, dengan menerbangkan lebih dari 250 drone di atas wilayahnya.

Thailand dan Kamboja menyepakati gencatan senjata "segera" pada hari Sabtu, berjanji untuk mengakhiri bentrokan perbatasan yang kembali terjadi yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi bulan ini.

Namun, tuduhan baru dari Bangkok dan ancamannya untuk mempertimbangkan kembali pembebasan tentara Kamboja yang ditahan oleh Thailand membuat gencatan senjata yang berkelanjutan diragukan - bahkan ketika menteri luar negeri kedua negara menyelesaikan pembicaraan selama dua hari yang diselenggarakan oleh Tiongkok yang bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan dan meningkatkan hubungan.

"Tentara Thailand mengatakan pada Senin bahwa lebih dari 250 pesawat tanpa awak terdeteksi terbang dari sisi Kamboja, memasuki wilayah kedaulatan Thailand pada Minggu malam," menurut sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa 30 Desember 2025.

"Tindakan tersebut merupakan provokasi dan pelanggaran terhadap langkah-langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan, yang tidak sesuai dengan pernyataan bersama yang disepakati selama pertemuan komite perbatasan bilateral pada hari Sabtu,” tambah pernyataan itu.

Pertempuran yang kembali berkobar menyebar ke hampir setiap provinsi perbatasan di kedua sisi, menghancurkan gencatan senjata sebelumnya yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada hari Sabtu, negara-negara tetangga di Asia Tenggara tersebut sepakat untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau dan memerangi kejahatan siber.

Mereka juga sepakat untuk mengizinkan warga sipil yang tinggal di daerah perbatasan untuk kembali ke rumah sesegera mungkin. Sementara Thailand akan mengembalikan 18 tentara Kamboja yang ditangkap pada Juli dalam waktu 72 jam, jika gencatan senjata tersebut tetap berlaku.

Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah pada hari Senin bahwa kedua pihak telah membahas insiden tersebut dan sepakat untuk menyelidiki dan "menyelesaikannya segera".

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)