Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala. Foto: Dok istimewa
Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur
Eko Nordiansyah • 30 April 2026 14:45
Surabaya: Pertamina Patra Niaga menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala, guna memastikan penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran serta mudah diakses.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerima aspirasi dari kelompok sopir truk terkait penerapan barcode program Subsidi Tepat. Dalam pertemuan ini, para sopir menyampaikan berbagai masukan, mulai kendala teknis di lapangan hingga harapan agar kebijakan dapat berjalan lebih efektif.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah.
"Penerapan QR Code dalam program Subsidi Tepat merupakan kebijakan pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi, baik Biosolar maupun Pertalite, tepat sasaran dan digunakan oleh pihak yang berhak. Dalam hal ini, Pertamina bertindak sebagai pelaksana distribusi sesuai penugasan dari pemerintah," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 April 2026.
Ahad menambahkan, aksi para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari pelanggan. Untuk itu, Pertamina berkomitmen untuk mendengarkan serta menindaklanjuti setiap masukan yang ada, dengan menghadirkan solusi demi meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan.
"Terkait QR Code yang mengalami kendala atau tidak dapat digunakan untuk bertransaksi, sistem secara berkala melakukan pemantauan terhadap data kendaraan yang terdaftar serta pola penggunaan QR Code di SPBU," ujar dia.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Proses verifikasi ulang penerima subsidi
Sistem juga mendeteksi anomali transaksi, seperti pengisian dalam volume besar dalam waktu berdekatan atau pengisian di beberapa SPBU berbeda dalam waktu singkat. Penyalahgunaan QR Code oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini memerlukan proses verifikasi ulang.Untuk melayani para sopir truk yang mengalami kendala pada QR Code saat bertransaksi, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh wilayah Jawa Timur. Langkah ini untuk mempercepat proses verifikasi ulang dan mengaktifkan kembali QR Code agar dapat digunakan.
Sebagai informasi, terdapat 119 kendaraan yang melakukan pendaftaran ulang untuk pengaktifan QR Code. Sekitar 73,1 persen atau 87 kendaraan telah berhasil menyelesaikan proses pendaftaran ulang, sementara 26,9 persen atau sekitar 32 kendaraan masih belum berhasil memperoleh QR Code.
"Kendala yang dihadapi beragam, antara lain nomor polisi yang belum terdaftar, QR Code yang terhapus, serta perlunya revisi data kendaraan," ungkapnya.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat yang datanya belum aktif untuk segera melakukan pendaftaran ulang dengan menggunakan data kendaraan yang sesuai. Proses pendaftaran dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM subsidi tanpa kendala.
"Melalui berbagai upaya tersebut, Pertamina tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan distribusi energi yang lebih adil dan tepat sasaran," tegas Ahad.