Kapal motor melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap tebal di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu, 23 Agustus 2026. ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
Kabut Asap Ganggu Pelayaran, Pengguna Sungai Kapuas Diminta Waspada
Silvana Febiari • 25 August 2026 13:34
Pontianak: Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kalimantan Barat (Kalbar) mengimbau pengguna Sungai Kapuas meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Kami sangat mengimbau kepada masyarakat pengguna jasa perairan, terutama di Sungai Kapuas, untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitasnya di alur sungai," kata Direktur Polairud Polda Kalbar Kombes Pol Agusman, dilansir dari Antara, Selasa, 25 Agustus 2026.
Dia mengatakan kabut asap di sejumlah bagian Sungai Kapuas mengurangi jarak pandang pengguna jasa perairan. Pengguna sungai diminta menggunakan alat navigasi dan penerangan yang mudah terlihat untuk mencegah tabrakan dan kecelakaan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas pelayaran pada malam hari. Kondisi gelap dan kabut dapat semakin membatasi jarak pandang.
"Kami mohon kepada masyarakat tetap berhati-hati, waspada, hindari jalan malam. Karena malam itu sangat rawan, cuaca berkabut dan malam gelap. Lebih baik aktivitas dilaksanakan pada siang hari," ucapnya.
Berdasarkan pemantauan petugas, jarak pandang di Sungai Kapuas dalam beberapa hari terakhir mencapai sekitar 1-2 kilometer. Kondisi tersebut relatif lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Personel Direktorat Polairud Polda Kalbar terus memantau kondisi perairan dari enam markas unit di sepanjang Sungai Kapuas. Mereka juga memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa perairan.

Arsip foto - Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan "water bombing" pada kebakaran hutan di kawasan Kereng Bangkirai, Taman Nasional Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww/aa.
Pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi jarak pandang akibat kabut asap. Upaya ini dilakukan demi memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kapuas.
Masyarakat pengguna sungai diminta menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi cuaca, mengutamakan keselamatan, dan segera mengurangi kecepatan apabila jarak pandang mulai menurun.