Konsep Hunian Terintegrasi Memperkuat Daya Saing Properti di Jakarta

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Konsep Hunian Terintegrasi Memperkuat Daya Saing Properti di Jakarta

Ade Hapsari Lestarini • 24 August 2026 17:03

Jakarta: Perubahan kebutuhan masyarakat urban turut mendorong perkembangan bisnis properti di Jakarta. Pengembang tidak hanya mengandalkan lokasi dan spesifikasi bangunan, tetapi juga mengembangkan fasilitas serta ekosistem kawasan sebagai bagian dari daya saing hunian.

Tren tersebut terlihat pada pengembangan Le Parc di kawasan Thamrin Nine. Hunian ini mengintegrasikan sejumlah fasilitas olahraga, wellness, rekreasi, dan ruang komunal dalam satu lingkungan untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan.

Dari sisi fasilitas, Le Parc memiliki Sports Hall multifungsi yang dapat digunakan untuk basket, badminton, dan pickleball. Penghuni juga dapat menggunakan pusat kebugaran, studio olahraga untuk yoga dan mat pilates, serta jogging track.

Selain fasilitas olahraga, Le Parc menyediakan fasilitas wellness berupa sauna, jacuzzi, dan cold plunge. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas hunian yang ditujukan untuk menunjang aktivitas dan kebutuhan penghuni.

GM Sales & Leasing Le Parc, Astriana Sari, mengatakan pengembangan fasilitas menjadi bagian dari konsep hunian yang ditawarkan.

"Bagi kami, hunian premium bukan hanya tentang tempat tinggal, tetapi juga tentang kualitas hidup. Karena itu, fasilitas di Le Parc dirancang untuk mendukung keseimbangan antara aktivitas, wellness, dan waktu berkualitas bersama keluarga," ujar Astriana, dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.


Hunian terintegrasi memiliki daya saing bisnis properti di Jakarta. Foto: dok Le Parc.
 

 

Terintegrasi dengan transportasi umum


Selain fasilitas olahraga dan wellness, Le Parc menyediakan berbagai ruang rekreasi dan komunal. Fasilitas tersebut mencakup movie room, ruang karaoke, area biliar, arena bowling, kolam renang, dan children's pool.

Sementara itu, area mezzanine dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunal untuk bersantai, bekerja secara fleksibel, maupun bertemu dengan kolega. Layanan concierge juga menjadi bagian dari fasilitas pendukung yang disediakan bagi penghuni.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi salah satu pendekatan Le Parc dalam membentuk lingkungan hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menyediakan berbagai kebutuhan aktivitas penghuni dalam satu kawasan.

Dari sisi lokasi, Le Parc berada di kawasan mixed-use Thamrin Nine yang mengintegrasikan hunian dengan perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan fasilitas gaya hidup. Konsep kawasan terintegrasi tersebut memberikan akses kepada penghuni terhadap berbagai fasilitas pendukung di sekitar hunian. Salah satunya adalah Agora Mall yang berada di kawasan Thamrin Nine. Pusat perbelanjaan tersebut melengkapi ekosistem kawasan melalui berbagai fasilitas ritel, kuliner, olahraga, dan hiburan.

Kawasan Thamrin Nine juga terhubung dengan sejumlah moda transportasi publik, seperti MRT, LRT, KRL Commuter Line, TransJakarta, dan kereta bandara. Konektivitas tersebut memberikan alternatif mobilitas bagi penghuni yang bekerja dan beraktivitas di berbagai kawasan Jakarta.

Bagi bisnis properti, keberadaan fasilitas internal dan konektivitas kawasan menjadi bagian dari faktor yang dapat meningkatkan daya tarik sebuah hunian di tengah persaingan pasar properti Jakarta. Integrasi antara hunian, pusat bisnis, fasilitas komersial, dan transportasi juga menjadi pendekatan yang semakin banyak digunakan dalam pengembangan kawasan perkotaan.

Melalui konsep tersebut, Le Parc menempatkan fasilitas hunian dan ekosistem kawasan sebagai bagian dari proposisi properti yang ditawarkan kepada pasar. Pengembangan ini sekaligus mencerminkan pergeseran bisnis hunian perkotaan dari sekadar menyediakan unit tempat tinggal menuju pengembangan kawasan dengan fasilitas yang lebih terintegrasi.

(Ade Hapsari Lestarini)