Cegah Kebakaran, Pemerintah Berencana Tata Ulang Desa Adat Sade

Kebakaran telah menghanguskan permukiman adat Suku Sasak di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB. Foto: Dok. Kemenbud.

Cegah Kebakaran, Pemerintah Berencana Tata Ulang Desa Adat Sade

Gabriella Thesa Widiari • 3 September 2026 09:05

Jakarta: Pemerintah berencana menata ulang kawasan Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran berulang di permukiman Suku Sasak tersebut.

"Ini yang sedang kita kaji termasuk juga bagaimana desain rekonstruksinya," ujar Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Jakarta, dikutip Kamis, 3 September 2026.

Fadli menjelaskan, pemerintah berencana mengatur ulang jarak antarrumah adat di kawasan tersebut. Langkah ini diambil karena jarak yang terlalu berdempetan menjadi penyebab utama api sangat mudah menjalar saat kebakaran terjadi.

"Termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet ya, kecil apa itu mungkin bahaya sekali gitu ya," kata Fadli.

Selain tata letak, penataan ulang juga mencakup perbaikan instalasi listrik, jalur air, hingga aspek mitigasi keselamatan. Upaya ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi bahaya jika musibah serupa kembali berulang.

"Aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi bencana terutama tidak ada untuk pemadam kebakaran dan sebagainya. Ini yang menjadi banyak kasus di daerah yang ada rumah-rumah adat terutama yang berbahan kayu mudah sekali terbakar," kata Fadli. 

Kendati ada perombakan tata letak, Fadli memastikan desain baru tetap mempertahankan karakteristik dan ciri khas Desa Adat Sade. Pelibatan masyarakat adat setempat juga menjadi prioritas dalam menentukan arah rekonstruksi kawasan tersebut. 

"Tentu ya. Pasti dong. Pasti. Saya kira mereka yang tahu karena pengetahuannya juga ada di masyarakat adat setempat," kata Fadli.
 

Rekonstruksi Ditargetkan Mulai Tahun Ini

Politisi Partai Gerindra itu berharap proses rekonstruksi Desa Adat Sade dapat dimulai tahun ini. Pelaksanaannya masih menunggu penyelesaian koordinasi dan desain rekonstruksi.

"Kita usahakan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain dan juga dengan Setneg. Setelah selesai dikoordinasi dan juga desainnya seperti apa. Mudah-mudahan bisa (tahun ini)," kata Fadli.

Fadli mengestimasi total anggaran yang dibutuhkan untuk memulihkan permukiman Suku Sasak ini mencapai puluhan miliar rupiah. Dana tersebut dialokasikan untuk membangun kembali 75 rumah adat, 65 kios, satu masjid, hingga fasilitas umum pendukung.

"Setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp25 miliar sampai Rp30 miliar kalau tidak salah ya," kata Fadli.


Kebakaran telah menghanguskan permukiman adat Suku Sasak di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB. Foto: Dok. Kemenbud.

Sebagai informasi, kebakaran hebat melanda Dusun Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Insiden mendadak itu menghanguskan 75 rumah adat berusia ratusan tahun yang telah dihuni secara turun-temurun oleh 15 generasi.

Tak hanya rumah tinggal, kobaran api turut melahap fasilitas ibadah, belasan berugak, lumbung alang, hingga puluhan art shop. Total kerugian materiil akibat musibah di kawasan wisata adat tersebut diperkirakan mencapai Rp34 miliar hingga Rp35 miliar.

(Gabriella Thesa Widiari)