Visual Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/9) pagi. Foto: Magma Indonesia
Gunung Ile Lewotolok di NTT Erupsi, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya
Palce Amalo • 2 September 2026 09:32
Lembata: Gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Rabu pagi, 2 September 2026. Erupsi terjadi pukul 06.14 Wita dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Syawaludin, mengatakan kolom abu erupsi berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah barat. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 3 detik.
"Erupsi terjadi pukul 06.14 Wita dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat," kata Syawaludin sebagaimana dikutip dari laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Baca Juga :
Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas di sektor selatan dan tenggara, barat, hingga timur laut. Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik serta mengamankan tempat penampungan air bersih.
Endapan Lava Lewotobi Laki-laki
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan laporan pengamatan periode pukul 00.00-06.00 Wita, Rabu, 2 September 2026, tercatat endapan lava memanjang hingga sekitar 4.340 meter ke arah timur laut dari pusat erupsi.Laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Herman Yosef S.Mboro menyebutkan, endapan lava juga teramati ke arah barat-barat laut dengan jarak sekitar 3.800 meter dari pusat erupsi. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam aktivitas gunung api yang masih berada pada level Siaga.
.jpg)
Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
Karena itu, masyarakat dan wisatawan kembali diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Adapun wilayah yang perlu mewaspadai ancaman tersebut yakni Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote.