Ilustrasi Medcom.id
24 Wilayah di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan
Putri Purnama Sari • 3 September 2026 16:23
Jakarta: Sejumlah wilayah di Jawa Tengah menghadapi potensi kekeringan pada awal September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah daerah dalam status Awas berdasarkan peringatan dini kekeringan meteorologis.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami keterbatasan ketersediaan air akibat minimnya curah hujan.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, terdapat 24 wilayah yang masuk dalam kategori Awas kekeringan. Berikut daftar wilayah di Jawa Tengah yang berstatus Awas kekeringan.
Daftar Wilayah Jawa Tengah Status Awas Kekeringan
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Brebes
- Kabupaten Tegal
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Purbalingga
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Banjarnegara
- Kabupaten Kebumen
- Kabupaten Wonosobo
- Kabupaten Magelang
- Kabupaten Purworejo
- Kabupaten Klaten
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Wonogiri
- Kabupaten Karanganyar
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Grobogan
- Kabupaten Blora
- Kabupaten Rembang
- Kabupaten Pati
- Kabupaten Jepara
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Demak
- Kota Magelang
Status Awas merupakan kategori yang menunjukkan potensi kekeringan perlu mendapat perhatian lebih serius. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air.
Ada Wilayah Berstatus Siaga dan Waspada

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Jawa Tengah pada Dasarian I September 2026. ANTARA/HO-BMKG
Selain wilayah berstatus Awas, BMKG juga mencatat sejumlah daerah di Jawa Tengah yang berada dalam kategori Siaga. Wilayah tersebut meliputi Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Boyolali.
Sementara itu, Kota Pekalongan masuk dalam kategori Waspada. Perbedaan status tersebut menunjukkan tingkat potensi kekeringan yang berbeda di setiap wilayah. Masyarakat di daerah yang masuk dalam kategori Awas maupun Siaga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, khususnya terkait ketersediaan air.
Imbauan Menghadapi Kekeringan
Kekeringan dapat berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, hingga sektor lainnya. Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu melakukan langkah antisipasi.
Penggunaan air dapat dilakukan secara lebih hemat dengan memprioritaskan kebutuhan utama. Masyarakat juga dapat mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan pemerintah daerah mengenai kondisi cuaca, curah hujan, serta perkembangan potensi kekeringan.
Daftar wilayah dan status kekeringan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi cuaca dan pembaruan informasi dari BMKG.