Kementerian PU Kebut Perbaikan Jalan Nasional Jelang Mudik Lebaran

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Surakarta–Palur–Sragen–Mantingan Novi Krisniawati. MI/Insi.

Kementerian PU Kebut Perbaikan Jalan Nasional Jelang Mudik Lebaran

Insi Nantika Jelita • 12 March 2026 19:11

Jakarta: Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan nasional menjelang arus mudik Lebaran. Salah satunya di ruas Palur–Sragen, Jawa Tengah, yang tengah menjalani pekerjaan preservasi untuk meningkatkan kualitas jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Surakarta–Palur–Sragen–Mantingan, Novi Krisniawati, mengatakan sejumlah pekerjaan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, termasuk pekerjaan rigid jalan atau perkerasan kaku.

“Ini sudah dikerjakan dan selesai,” ujar Novi saat berada di ruas Palur–Sragen, Kamis, 12 Maret 2026.

Dia menjelaskan ruas yang saat ini berada dalam paket preservasi jalan Palur–Sragen tersebut dikerjakan selama tiga tahun, dan telah berkontrak sejak 2025. Proyek ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan.

Pada paket pekerjaan tersebut, sejumlah fasilitas pendukung jalan juga terus diselesaikan. Beberapa di antaranya adalah pemasangan kerb dan median jalan yang masih dalam proses penyelesaian meskipun sebagian besar sudah rampung.

“Kemudian nanti mungkin di STA awal tadi yang KM 13 tadi ada beberapa pekerjaan median yang masih dikerjakan oleh penyedia jasa," tutur Novi.

Selain peningkatan kualitas jalan, proyek ini menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di lokasi tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah peninggian badan jalan atau raising di titik yang rawan tergenang.

“Jadi, dari situ kita memang ada penanganan untuk pekerjaan untuk peninggian atau raising di lokasi ini. Di KM 13 sampai dengan 15 itu," ujar dia.

Menurut Novi, penanganan tersebut juga dilakukan karena kondisi perkerasan jalan sebelumnya sudah tidak layak. Banyaknya lubang di jalan membuat perbaikan menyeluruh perlu dilakukan dalam proyek yang dimulai pada 2025 dan ditargetkan selesai pada 2027.

Selain itu, ruas Palur–Sragen memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antarwilayah. Jalan ini tidak hanya dilintasi kendaraan ringan, tetapi juga truk bermuatan berat yang menuju Jawa Timur.

“Selain itu kita di sini bisa kita lihat lalu lintas yang melintasi di Palur-Sragen ini ada juga truk-truk muatan berat juga. Karena kalau kita terus lurus itu akan tembus ke Jawa Timur atau Mantingan," jelas dia.

Jalan ini, lanjut dia, merupakan penghubung lintas tengah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun ke arah DI Yogyakarta.

"Jadi, ini memang benar-benar untuk membantu mobilitas dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY untuk konektivitas," tegas dia.

Progres pekerjaan di ruas tersebut telah mencapai 41 persen dengan deviasi positif 16,7 persen. Setelah Lebaran, sejumlah pekerjaan lanjutan masih akan dilakukan di beberapa titik.

“Kami masih ada pekerjaan setelah Lebaran ini, ada beberapa lokasi yang akan kita kerjakan baik itu di rehab mayor atau aspal dua lapis maupun rehab minor aspal satu lapis," ucap dia.
 

Baca Juga: 

Dukung Kelancaran Mudik, Brantas Abipraya Rampungkan JLS Lot 3 Serang-Sumbersih

Dalam paket pekerjaan tersebut juga dilakukan pembangunan saluran air berbentuk U atau U-ditch, galian cold milling machine (CMM) untuk pengembalian kondisi jalan, serta penutupan kembali dengan lapisan aspal. Selain itu, terdapat pula pekerjaan rigid beton di sejumlah titik.

Novi menjelaskan bahwa lokasi tersebut setiap tahun kerap mengalami luapan air saat musim hujan, karena sungai di sisi jalan tidak mampu menampung debit air yang meningkat. Kondisi tersebut dipicu oleh perubahan penggunaan lahan di sekitar wilayah itu yang memengaruhi aliran air.

Dia mengatakan saat musim penghujan air dari sungai yang berada di sisi kanan jalan sering meluap.

"Itu saluran sungai yang ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) itu meluap karena mungkin ada perubahan kegunaan lahan yang dulu mungkin sawah sekarang jadi pabrik dan sebagainya," tutur dia.

Namunm setelah dilakukan peninggian badan jalan dan perbaikan rigid sejak 2025, kondisi tersebut mulai membaik meskipun curah hujan tinggi masih terjadi.

Perbaikan tersebut, kata Novi, juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar karena lalu lintas tetap dapat berjalan lancar meskipun hujan deras.

“Ahamdulillah dari teman-teman dan juga warga yang ada di sekitar sini begitu terbantu karena lalu lintas bisa berjalan dengan lancar. Kemudian mereka tidak terhambat akibat dengan adanya curah hujan yang tinggi kayak tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Surakarta–Palur–Sragen–Mantingan Novi Krisniawati. MI/Insi.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BBPJN Jawa Tengah–DIY, Ridwan Umbara, menjelaskan penanganan dampak angin kencang yang terjadi di ruas Batang–Kendal beberapa waktu lalu.

Ridwan mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di KM 73–74 dan menyebabkan sejumlah infrastruktur tumbang.

“Akibat badai angin kencang, sebanyak 24 titik tiang listrik tumbang, kemudian sekitar 20 batang kayu jati milik Perhutani juga tumbang," jelas dia.

Petugas langsung melakukan penanganan darurat pada malam hari agar jalur tetap dapat difungsikan. Ia menjelaskan, setelah kejadian pada sore hari, tim segera mengupayakan agar pohon jati yang roboh dapat disingkirkan pada malam harinya. Langkah tersebut dilakukan agar arus lalu lintas tetap bisa berjalan. Selama proses penanganan, arus kendaraan dari arah Semarang diberlakukan sistem contraflow sejak malam hingga pagi hari.

Keesokan harinya pasca insiden angin badai, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN untuk memperbaiki tiang listrik yang tumbang.

“Kemudian di pagi harinya kita berkoordinasi juga dengan PLN, dan alhamdulillah pada hari Kamis, 5 Maret pukul 3 sore itu sudah tuntas,” ujar dia.

Setelah perbaikan dilakukan, arus lalu lintas di kedua arah kembali normal dengan empat lajur yang dapat digunakan baik menuju Semarang maupun Jakarta.

Dalam penanganan tersebut, tim mengerahkan sejumlah alat berat dan melibatkan tenaga kerja lokal. Satu unit wheel loader, dua dump truck, serta satu alat exca-loader jenis JCB yang memiliki ekskavator di bagian depan dan loader di bagian belakang diterjunkan ke lokasi. Bantuan peralatan tersebut dikirim langsung dari Balai Besar.

Selain itu, penanganan di lapangan melibatkan tenaga padat karya yang dibantu warga setempat di Batang untuk bersama-sama membersihkan lokasi terdampak.

Ridwan mengakui salah satu kendala saat penanganan adalah keterbatasan waktu karena prakiraan cuaca menunjukkan potensi badai kembali terjadi pada sore hari. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat terhambat sekitar satu kilometer.

“Yang terhambat 1 kilometer, dari KM 74 ke 73," ucap dia.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, pihaknya terus memantau prakiraan cuaca dan berkoordinasi dengan Perhutani terkait pohon-pohon besar di sekitar jalan.

Selain itu, menurut Ridwan, penanganan pohon besar yang berada di area hutan menjadi kewenangan Perhutani. Pihaknya fokus menjaga kelancaran lalu lintas dengan membersihkan ranting dan material yang menghalangi jalan.

“Kami hanya membersihkan ranting-ranting, dedaunan yang itu langsung kita buang agar flow lalu lintas normal," terang dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)