Gerakan Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna Diluncurkan

Gerakan pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna diluncurkan. Foto: Cinta Quran Foundation

Gerakan Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna Diluncurkan

Fajar Nugraha • 12 March 2026 12:42

Jakarta: Gerakan pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna diluncurkan dalam sebuah forum Rapat Umum Pemegang Wakaf (RUPW) 2026 di Jakarta.

Program kolaborasi Masjid Nusantara bersama Cinta Quran Foundation ini bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial keagamaan di berbagai daerah.

Program tersebut dirancang dengan konsep bahwa setiap masjid yang dibangun akan mengangkat satu nama dari Asmaul Husna. Nilai-nilai dari nama-nama Allah itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kehidupan masyarakat di sekitar masjid.

Dengan pendekatan tersebut, masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang hidup dan memberi dampak bagi penguatan spiritual serta kehidupan bermasyarakat.

Selama lebih dari satu dekade, program pembangunan masjid di berbagai wilayah Indonesia telah menghadirkan ratusan masjid, termasuk di daerah terpencil. Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas ibadah yang layak sekaligus mendorong aktivitas keagamaan dan sosial berbasis masjid.

CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo, mengatakan masjid memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan umat. Ia mencontohkan bagaimana pada masa Nabi Muhammad SAW, masjid menjadi pusat pembentukan masyarakat.

“Sejak masa Rasulullah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid. Dari sana umat dipersatukan, dididik, dan diperkuat keimanan serta akidahnya. Masjid menjadi fondasi lahirnya peradaban,” ujar Pras.

Menurut dia, melalui pembangunan 99 masjid tersebut diharapkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat semakin kuat, termasuk di wilayah pelosok dan pedalaman.

“Dari masjid diharapkan lahir pembangunan manusia yang lebih baik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ustadz Fatih Karim menyampaikan bahwa pembangunan masjid juga diarahkan untuk memperluas fungsi masjid dalam kehidupan masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, pembangunan masjid diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah yang masih membutuhkan fasilitas ibadah yang memadai. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi dalam gerakan wakaf pembangunan masjid.

Dengan dukungan berbagai pihak, gerakan pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)