KLH Terjunkan Drone Thermal Bantu Deteksi Titik Api di TPA Jatiwaringin

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup) Diaz Faisal Malik Hendropriyono bersama jajaran Kementerian LH, BNPB, Pemkab Tangerang meninjau langsung penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk, pada Sabtu (4/7/2026).

KLH Terjunkan Drone Thermal Bantu Deteksi Titik Api di TPA Jatiwaringin

Gabriella Thesa Widiari • 4 July 2026 14:48

Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan menerjunkan drone thermal untuk membantu deteksi titik-titik api kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kebakaran terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026.

"Nah, tadi kami juga sudah minta tim Gakkum (Penegak Hukum) untuk koordinasi dengan pihak bandara, dengan TNI AU, agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone thermal secara berkala," kata Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, dilansir dari Antara, Sabtu, 4 Juli 2026. 
 


Menurutnya, pengerahan teknologi ini untuk mempermudah para petugas lapangan dalam pengendalian TPA tersebut. Sebab, terdapat titik-titik api yang sulit terdeteksi karena keberadaan api dari gas metan berada di bawah tumpukan gunungan sampah yang cukup dalam.

"Jadi ada beberapa tantangan tadi yang kita bicarakan dan kita dorong untuk penyelesaiannya melalui skema ini," kata Diaz.

Untuk mendukung pelacakan titik api, KLH berkoordinasi dengan bandara dan TNI AU sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengeluarkan izin terbang drone. Sehingga proses pemadaman melalui jalur udara yang dilakukan helikopter water bombing air tidak terganggu.

"Tetapi ini karena daerahnya banyak helikopter yang lewat dan juga dekat dengan bandara, sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu," kata Diaz.

Menurut dia, karakteristik kebakaran TPA Jatiwaringin mirip kebakaran lahan gambut. Di atas terlihat sudah padam, tetapi bagian bawah masih ada api. "Jadi kapan saja bisa terus kebakaran, dan karena ada CH-4, bisa ada potensi ledakan," ungkap Diaz.

Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Foto: Istimewa.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penerapan metode inject atau menyuntikkan air secara langsung ke dalam titik api di bawah permukaan area kebakaran TPA Jatiwaringin. Langkah ini dinilai efektif dalam percepatan penanganan kebakaran di TPA teraebut.

Pelaksanaan metode penyuntikan air ke titik api ini nantinya dilakukan langsung oleh petugas gabungan dari pemadam kebakaran (damkar) hingga Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Saat ini telah diterjunkan 30 personel.

Selain itu, pemadaman dioptimalkan dengan penyiraman air dari udara dengan menggunakan helikopter water bombing. Saat ini, dua helikopter jenis MI-8AMT terus dioperasikan dengan menggunakan kantung air berkapasitas 4.000 liter untuk memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin tersebut.

(Gabriella Thesa Widiari)