Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul. (Anadolu Agency)
Menlu Jerman Tuduh Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz
Willy Haryono • 7 July 2026 10:01
Berlin: Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menuduh Iran telah menaruh sejumlah ranjau darat di Selat Hormuz, dan pada akhirnya harus menanggung biaya operasi pembersihan internasional di perairan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Wadephul dalam wawancara dengan harian Handelsblatt pada Senin, 7 Juli 2026, saat ditanya apakah negara-negara Eropa akan menawarkan insentif kepada Teheran agar menyetujui misi pembersihan ranjau.
"Kita tidak perlu menawarkan apa pun kepada Teheran. Justru sebaliknya, Iran telah melanggar hukum dengan memasang ranjau di jalur pelayaran internasional," ujar Wadephul.
"Jika kami membersihkannya bersama mitra-mitra Eropa lainnya, pada tahap ini kami tidak akan mengenakan biaya. Namun, pada prinsipnya hal itu dibenarkan, dan Iran yang seharusnya membayar karena kami memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh rezim tersebut," lanjutnya, dikutip dari Anadolu, Selasa, 8 Juli 2026.
Wadephul mengatakan Jerman tetap terbuka untuk berkontribusi dalam misi internasional guna memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, ia menegaskan setiap pengerahan pasukan Jerman harus memiliki dasar hukum dan politik yang jelas.
"Musim panas ini akan terlihat apakah terdapat peran yang layak dan masuk akal bagi Bundeswehr dalam operasi pembersihan ranjau. Prasyaratnya adalah situasi keamanan yang cukup kondusif," katanya.
Ia menambahkan, operasi tersebut memerlukan persetujuan negara-negara pesisir, khususnya Oman dan Iran, serta sangat bergantung pada perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Bulan lalu, Jerman mengirim kapal penyapu ranjau Fulda dan kapal logistik Mosel dari kawasan timur Mediterania menuju kawasan Teluk sebagai langkah persiapan. Kedua kapal itu melintasi Terusan Suez pada pertengahan Juni dan saat ini berlabuh di Djibouti untuk pengisian logistik.
Pekan lalu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan masih mempertimbangkan kemungkinan menarik kembali kedua kapal Angkatan Laut Jerman tersebut.
Sementara itu, Iran berulang kali menolak keterlibatan negara-negara di luar kawasan dalam pengamanan Selat Hormuz. Teheran menegaskan keamanan jalur pelayaran strategis tersebut merupakan tanggung jawab negara-negara pesisir dan memperingatkan kekuatan asing agar tidak mengerahkan kekuatan militer di kawasan.
Baca juga: Dubes Iran: Negara-Negara Bersahabat Akan Terima Perlakuan Khusus di Selat Hormuz