Siklon Tropis Bavi Muncul di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Ilustrasi Siklon Tropis BAVI. Foto: Instagram/@infobmkg

Siklon Tropis Bavi Muncul di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Putri Purnama Sari • 8 July 2026 16:47

Jakarta: Kemunculan Siklon Tropis Bavi di sekitar wilayah Papua bagian utara menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah daerah di Indonesia. 

Meski pusat siklon tidak berada tepat di daratan Indonesia, keberadaannya tetap dapat memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di beberapa perairan.

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengingat posisi dan intensitas siklon tropis dapat berubah sewaktu-waktu.

Apa Itu Siklon Tropis Bavi?

Berdasarkan penjelasan BMKG, siklon Tropis Bavi merupakan sistem badai tropis yang terbentuk di atas perairan hangat dengan pusat tekanan rendah dan sirkulasi angin yang kuat. Fenomena ini umumnya terbentuk di wilayah samudra dan dapat memengaruhi kondisi cuaca di daerah sekitarnya, termasuk Indonesia.

Meski tidak selalu melintasi wilayah Indonesia, keberadaan siklon tropis di sekitar kawasan Nusantara mampu mengubah pola angin dan meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah yang berada dekat dengan pusat siklon.

Dampak Siklon Tropis Bavi bagi Indonesia

Keberadaan Siklon Tropis Bavi dapat memengaruhi dinamika atmosfer di Indonesia. Dampak yang berpotensi terjadi meliputi:
  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, terutama Indonesia bagian timur.
  • Angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah yang berada dekat dengan pusat siklon.
  • Gelombang laut yang lebih tinggi di beberapa perairan, sehingga perlu diwaspadai oleh nelayan dan pelaku transportasi laut.
  • Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor di daerah yang diguyur hujan deras dalam durasi yang cukup lama.
Selain itu, kondisi cuaca ekstrem juga dapat mengganggu aktivitas pelayaran, penerbangan, hingga kegiatan masyarakat yang berlangsung di luar ruangan.

Meski terjadi di bagian utara Papua, kondisi ini menimbulkan beberapa fenomena cuaca dan alam di berbagai wilayah lain. 
 

Wilayah Terdampak

Hujan intensitas sedang-lebat
  • Kalimantan Utara
Angin kencang
  • Sulawesi Utara
  • Maluku Utara
  • Papua Barat Daya
Gelombang laut tinggi (1.25–2.5 m-Moderate Sea)
  • Laut Maluku
  • Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
  • Samudra Pasifik utara Papua
Gelombang laut tinggi (2.5–4 m-Rough Sea)
  • Samudra Pasifik utara Maluku
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat
Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

(Putri Purnama Sari)