Agar Ibadah Sah, Simak Panduan Lengkap Tahalul Jemaah Haji & Umrah

Ilustrasi Pexels

Agar Ibadah Sah, Simak Panduan Lengkap Tahalul Jemaah Haji & Umrah

Muhamad Marup • 14 May 2026 22:51

Jakarta: Tahalul merupakan salah satu rukun penting baik dalam ibadah haji maupun umrah yang menandai berakhirnya masa ihram bagi seorang jemaah. Secara harfiah tahalul berarti “menjadi halal,” di mana jemaah diperbolehkan kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama masa ihram setelah melakukan pemotongan rambut.

Bagi jemaah yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci, memahami tata cara tahalul menjadi sangat penting agar rangkaian ibadah menjadi sah secara syariat. Lantas, bagaimana tata cara tahalul dan apa saja jenisnya? Mengutip laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut penjelasannya:

Jenis Tahalul

Dalam pelaksanaan ibadah haji, terdapat dua jenis tahalul yang harus dilakukan oleh jemaah, yaitu Tahalul Awal dan Tahalul Tsani, berikut penjelasannya:

1. Tahalul Awal
Tahalul awal dilakukan setelah jemaah haji melempar jumrah aqabah pada tanggal 10 Zulhijah dan mencukur atau memotong sebagian rambut. Dengan Tahalul Awal, jemaah haji diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang dalam ihram kecuali berhubungan suami istri.

2. Tahalul Tsani 
Tahalul Tsani disebut juga sebagai tahalul akhir. Tahalul ini dilakukan setelah jemaah haji menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah termasuk tawaf ifadah, sa’i, dan mencukur atau memotong rambut. Setelah melakukan Tahalul Tsani, semua larangan ihram telah diangkat termasuk larangan berhubungan suami istri.

Tata Cara Tahalul

Tata cara tahalul dilakukan melalui berbagai langkah yang diawali dengan niat dan diakhiri dengan membaca doa tahalul, berikut panduannya:

1. Niat
Hal yang harus dilakukan sebelum melaksanakan tahalul adalah niat. Niat ini dilakukan di dalam hati dengan tujuan mengakhiri ihram dan mengikuti perintah Allah Swt.

2. Mencukur atau memotong rambut
Setelah niat, jemaah haji dapat langsung melakukan pencukuran atau pemotongan rambut. Bagi laki-laki disunahkan untuk mencukur habis rambut kepala, namun jika tidak memungkinkan cukup dengan memotong sebagian rambut. Sementara itu, bagi perempuan cukup memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai rambut.

3. Membaca doa tahalul
Setelah mencukur atau memotong rambut, jemaah haji dianjurkan untuk membaca doa tahalul sebagai bentuk syukur dan permohonan kepada Allah Swt.

Doa Tahalul

Berikut doa yang dapat dibaca ketika melakukan tahalul maupun setelah melaksanakan tahalul:

1. Doa ketika melakukan tahalul
Saat mencukur atau memotong rambut jemaah haji atau umrah dianjurkan membaca doa berikut ini:

Bacaan latin: “Allaahumma-tsbut lii bi kuli sya’ratin hasanatan wamhu ‘annii bihaa sayyi-atan wa-rfa‘ lii ‘indaka darajatan.”

Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah kebaikan untukku lantaran setiap helai rambut ini, hapuslah keburukan dari diriku lantaran rambut ini, dan angkatlah derajatku di sisi-Mu.”

2. Doa setelah melaksanakan tahalul

Berikut adalah doa yang dapat dibaca setelah melaksanakan tahalul:

Bacaan latin: “Alhamdulillaahil ladzii qadhaa 'anna manaasikana. Allaahumma zidnaa iimaanan wa yaqiinan wa'aunan waghfirlanaa wa liwaalidainaa wa lisaa iril muslimiina wal muslimaat.”

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami. Ya Allah, tambahkanlah keimanan, keyakinan, dan pertolongan kepada kami. Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat.”

Demikian informasi seputar tata cara pelaksanaan tahalul bagi jemaah haji atau umrah. Dengan memahami panduan ini, diharapkan para jemaah dapat menyempurnakan ibadahnya sesuai dengan tuntunan syariat.


(Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)