Profil PT Smart Cakrawala Aviation, Maskapai yang Pesawatnya Ditembak KKB

Pesawat Cessna milik Smart Air. (Linkedin/PT. Smart Cakrawala Aviation)

Profil PT Smart Cakrawala Aviation, Maskapai yang Pesawatnya Ditembak KKB

Riza Aslam Khaeron • 12 February 2026 13:52

Jakarta: Smart Ai, operator charter yang secara legal terdaftar sebagai PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Aviation), menjadi sorotan setelah pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR rute Tanah Merah–Danawage/Korowai Batu ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat mendarat di Bandara Korowai Batu (Danau Wage), Distrik Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Insiden tersebut mengakibatkan pilot Kapten Enggon dan kopilot Kapten Baskoro meninggal dunia. Sebanyak 13 penumpang yang terdiri atas 12 orang dewasa dan satu bayi dilaporkan selamat. Satgas Damai Cartenz menyatakan bahwa area kejadian telah disterilisasi dan aparat keamanan tengah menyelidiki dugaan keterlibatan KKB dalam serangan tersebut.

PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) merupakan maskapai operator penerbangan niaga tidak berjadwal yang terdaftar resmi di Kementerian Perhubungan. Berdasarkan informasi dari laman resmi perusahaan, Smart Air mulai beroperasi pada 2016, dengan pesawat pertama yang dibeli pada tahun tersebut.

Maskapai ini melayani berbagai wilayah strategis di Papua, seperti Jayapura, Tanah Merah, dan Timika.

Profil dan Sejarah PT Smart Air

Berdiri pada 2016, PT Smart Air memulai operasionalnya dengan pengadaan satu pesawat. Seiring waktu, perusahaan berkembang pesat dengan memperluas layanannya ke bidang perawatan pesawat, pemetaan udara dan survei, modifikasi cuaca, pelatihan penerbangan, ground handling, pengoperasian drone (UAV), hingga pengelolaan bandara privat.

Perusahaan ini dipimpin oleh pendirinya, Pongky Majaya. Pada 2018, Smart Air memperoleh Air Operator Certificate (AOC) dan membuka divisi pemetaan dan survei udara. Setahun kemudian, mereka meresmikan bandara sendiri, menambah pesawat kelima ke armada, dan mulai mengoperasikan helikopter.

Tahun 2020 ditandai dengan keberhasilan memperoleh sertifikasi Approved Maintenance Organization (AMO). Pada 2021, mereka meluncurkan divisi modifikasi cuaca, menambahkan Pilatus PC-6 Porter ke armada, dan mencapai total 10 pesawat.

Tahun berikutnya, Smart Air menambah armada hingga 15 unit dan membuka layanan ground handling. Jumlah pesawat terus bertambah menjadi 20 unit pada 2023 dan 25 unit pada 2024.

Pada 2025, Smart Air meluncurkan divisi UAV, membuka sekolah penerbangan dan pusat pelatihan, serta menambahkan PAC 750 ke dalam layanan operasionalnya. Jumlah armada mencapai 30 unit.

Armada Pesawat yang Dimiliki


Ilustrasi Cessna Caravan milik Smart Air. (Dok. Smart Cakrawala Aviation)

Berdasarkan informasi dari laman resmi mereka, Smart Air saat ini mengoperasikan berbagai jenis pesawat dan helikopter dengan rincian sebagai berikut:
  • 22 unit Cessna Caravan
  • 6 unit Cessna 172
  • 4 unit PAC P-750 XSTOL
  • 3 unit Pilatus PC-6 Porter
  • 1 unit Airbus Helicopter EC130T2
  • 2 unit SkyCourier (segera beroperasi)
  • 1 unit Bell 412 EP (segera beroperasi)
 
Baca Juga:
Pesawat Smart Air di Boven Digoel Ditembak KKB, Pilot dan Co Pilot Tewas
 

Siapa Pemilik Smart Air?


Ponky Majaya. (Instagram/@smart.cakrawala.aviation)

Smart Air berada di bawah kendali PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Aviation), perusahaan yang didirikan dan dipimpin oleh Pongky Majaya. Pengusaha asal Singkawang ini mendirikan maskapai pada akhir 2016 dan memperoleh sertifikasi AOC 135 pada Agustus 2018 sebagai izin resmi menjalankan layanan penerbangan niaga tidak berjadwal.

Sebelum merintis bisnis penerbangan, Pongky telah lama berkecimpung di sektor keuangan melalui PT Dinamis Citra Swakarsa (SMARTdeal) sejak 1998. Ia lalu memperluas usaha ke jasa pengiriman uang dengan mendirikan PT Solusi Multi Artha pada 2011, serta masuk ke sektor teknologi informasi melalui PT Smart Sarana Teknologi.

Pria yang diketahui lahir pada 25 Juni ini pernah bercita-cita menjadi pilot, namun karena buta warna, ia gagal mewujudkan impian tersebut. Sebagai gantinya, ia membangun perusahaan penerbangan sendiri dan aktif membiayai pendidikan calon-calon pilot lokal agar dapat berkarier di dunia aviasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Smart Air bermula dari tiga unit pesawat Cessna Caravan yang melayani kebutuhan foto udara. Langkah ekspansi besar dilakukan pada Singapore Airshow 2024 ketika Pongky membeli lima pesawat baru yang terdiri dari empat unit Cessna Caravan C208EX dan satu unit SkyCourier C408, dengan nilai sekitar Rp400 miliar.

Smart Air juga tercatat sebagai penyewa hanggar di Bandara Malinau sejak awal 2022, menggantikan posisi Susi Air. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta dan memiliki basis operasional serta fasilitas pemeliharaan utama di Singkawang dan Nabire.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)