7 Negara Terkaya di Afrika, Mulai Afrika Selatan hingga Kenya

Kota Kairo terlihat dari Menara Kairo, 2015. (Ahmed Photographer/Wikimedia Commons)

7 Negara Terkaya di Afrika, Mulai Afrika Selatan hingga Kenya

Riza Aslam Khaeron • 10 February 2026 17:34

Jakarta: Afrika dikenal sebagai benua yang kaya akan sumber daya alam, mulai dari energi dan logam, hingga potensi besar dalam sektor pertanian dan pariwisata.

Meskipun banyak wilayah di Afrika masih menghadapi tantangan pembangunan, sejumlah negara berhasil membangun perekonomian berskala besar. Ukuran "kaya" dalam konteks ini merujuk pada Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) nominal. 

Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2024, berikut tujuh negara dengan PDB terbesar di Afrika.
 

1. Afrika Selatan

Total PDB (2024): USD 401,14 miliar

Afrika Selatan menempati posisi pertama sebagai negara dengan PDB terbesar di Afrika. Struktur ekonominya merupakan salah satu yang paling terdiversifikasi di benua ini, mencakup sektor primer, sekunder, dan jasa.

Pertambangan menjadi salah satu tulang punggung utama, dengan produksi mineral bernilai tinggi seperti kromium, platinum, vanadium, dan mangan. Di sisi lain, sektor manufaktur juga berkontribusi besar, terutama melalui industri pengolahan, otomotif, dan barang konsumsi, serta didukung jaringan perdagangan dan logistik yang lebih maju dibandingkan banyak negara Afrika lainnya.

Sektor jasa di Afrika Selatan juga sangat berkembang, khususnya layanan keuangan dan perdagangan. Pusat-pusat ekonomi seperti Johannesburg dan kawasan pesisir yang menjadi destinasi wisata turut memberi kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
 

2. Mesir

Total PDB (2024): USD 389,06 miliar

Mesir adalah kekuatan ekonomi utama di Afrika Utara, dengan perekonomian yang ditopang oleh sektor pertanian, pariwisata, energi, dan teknologi informasi. Besarnya pasar domestik menjadikan konsumsi dan layanan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Pariwisata menjadi salah satu sumber devisa penting, dengan daya tarik situs bersejarah seperti Piramida Giza dan koridor Sungai Nil. Sementara itu, sektor energi—termasuk minyak dan gas—menopang aktivitas industri dan ekspor.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Mesir menjalankan reformasi ekonomi untuk menjaga stabilitas makro, menarik investasi, dan memperkuat sektor manufaktur agar perekonomian tidak hanya bertumpu pada sektor tradisional.


Kota Kairo. (Tamer Soliman/pexels)
 

3. Aljazair

Total PDB (2024): USD 269,32 miliar

Aljazair dikenal sebagai salah satu produsen minyak dan gas terbesar di Afrika. Sektor hidrokarbon merupakan sumber utama pendapatan ekspor dan menyumbang besar terhadap penerimaan negara.

Selain energi, Aljazair memiliki kekayaan mineral seperti besi, marmer, timah, seng, dan oniks yang menopang sektor pertambangan. Sumber daya ini mendukung pertumbuhan industri pengolahan dan rantai pasok domestik.

Menghadapi dinamika harga energi global, pemerintah mendorong diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor industri, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sektor non-migas agar ekonomi lebih tahan terhadap gejolak eksternal.
 

4. Nigeria

Total PDB (2024): USD 252,26 miliar

Nigeria merupakan negara dengan populasi terbesar di Afrika sekaligus pasar konsumen terbesar di benua ini. Selama bertahun-tahun, perekonomian Nigeria sangat bergantung pada ekspor minyak mentah.

Namun, perekonomian Nigeria kini mulai bergeser. Sektor pertanian (termasuk komoditas seperti kakao) dan sektor jasa terus tumbuh, seiring ekspansi kota-kota besar. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor teknologi—khususnya layanan digital dan fintech—mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Pembangunan infrastruktur, pelabuhan, dan sektor energi juga menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan produktivitas industri, menurunkan biaya logistik, dan memperkuat daya saing ekspor.
 
Baca Juga:
Daftar Negara dengan Upah Minimum Terendah di Dunia, Mayoritas di Afrika
 

5. Maroko

Total PDB (2024): USD 160,61 miliar

Maroko merupakan salah satu negara dengan ekonomi paling stabil di Afrika Utara. Keunggulan Maroko terletak pada struktur ekonominya yang tidak bergantung pada ekspor minyak dan gas.

Basis ekonomi Maroko cukup beragam, mencakup sektor pertanian, industri manufaktur, dan pertambangan.

Sektor pertanian berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja dan pasokan pangan domestik. Industri manufaktur dan pengolahan memberi nilai tambah yang tinggi, terutama dalam tekstil dan otomotif.

Pariwisata juga memberikan kontribusi signifikan, dengan destinasi seperti Marrakesh dan Pegunungan Atlas menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Diversifikasi sektor ini membantu Maroko tetap tumbuh meski menghadapi tantangan global.
 

6. Ethiopia

Total PDB (2024): USD 149,74 miliar

Ethiopia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Afrika dalam satu dekade terakhir. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama, dengan produksi pangan, minuman olahan, dan produk peternakan.

Ethiopia juga berkembang sebagai pusat manufaktur tekstil dan produk kulit untuk pasar ekspor. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, kawasan industri, dan logistik menjadi strategi utama untuk mendorong industrialisasi.

Proyek-proyek energi berskala besar seperti Bendungan Renaissance (GERD) juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan produktivitas industri.
 

7. Kenya

Total PDB (2024): USD 120,34 miliar

Kenya merupakan pusat ekonomi di Afrika Timur. Ekonomi Kenya ditopang oleh sektor jasa, perdagangan, pertanian, serta ekosistem bisnis yang tumbuh pesat di kota-kota besar seperti Nairobi.

Sektor pertanian tetap penting sebagai sumber pendapatan dan ekspor. Sementara itu, sektor jasa—khususnya layanan keuangan, transportasi, dan teknologi—terus berkembang dan memperluas kontribusinya terhadap PDB.

Pariwisata juga menjadi andalan, dengan destinasi seperti Taman Nasional Masai Mara dan pesisir Mombasa menarik wisatawan dari seluruh dunia. Sebagai hub regional, Kenya memainkan peran penting dalam perdagangan lintas negara di Afrika Timur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)