Prediksi Argentiva vs Swiss, Messi Masih Jadi Faktor Penentu

Pertandingan Argentina vs Swiss pada babak 8 besar Piala Dunia 2026. Foto: Getty Images via dazn.com

Prediksi Argentiva vs Swiss, Messi Masih Jadi Faktor Penentu

Whisnu Mardiansyah • 11 July 2026 13:46

Kansas: Sepanjang sejarah, Swiss tak pernah sekalipun menang dalam tujuh pertemuan melawan Argentina sejak 1966. Dari jumlah itu, lima di antaranya berakhir dengan kemenangan Argentina, termasuk dua laga terakhir mereka.

Dua kemenangan Argentina terjadi di ajang Piala Dunia: 2-0 pada 1996 dan 1-0 pada 2014. Selain itu, Swiss hanya sekali menang dari sepuluh duel melawan tim Amerika Selatan, yakni saat mengalahkan Ekuador 2-1 di Piala Dunia 2014.

Catatan ini tentu membayangi skuad Murat Yakin saat bertemu Argentina di perempat final Piala Dunia 2026, Minggu, 12 Juli 2026, di Kansas City. Namun, performa terkini menunjukkan Swiss bisa lebih kompetitif.

Dalam dua laga terakhir, Swiss (peringkat 14 FIFA) mampu menjaga gawangnya tetap bersih. Sebaliknya, Argentina (peringkat 3) justru kebobolan dua kali, meski akhirnya menang.

Argentina sempat kesulitan melawan Tanjung Verde (peringkat 64) dan Mesir (peringkat 24). Sementara Swiss sukses menaklukkan Aljazair (peringkat 29) dan Kolombia (peringkat 11) lewat adu penalti.
 


Meski mental juara Argentina tak diragukan, celah yang terlihat menunjukkan Swiss punya kans. Swiss dinilai lebih terorganisasi dan disiplin, serta tak bisa lagi hanya mengandalkan keajaiban Lionel Messi.

Swiss punya pengalaman berhadapan dengan Messi di Piala Dunia 2014. Dua pemain yang masih bertahan dari skuad saat itu—Granit Xhaka dan Ricardo Rodriguez kini jadi tulang punggung. Xhaka percaya Swiss kini lebih cerdas dan solid dalam menjaga rapat pertahanan.

Bek Manuel Akanji menyatakan keyakinannya: "Saya kira kami bisa mempersulit siapa pun."

Meski kehilangan Johan Manzambi karena cedera, Swiss masih punya Breel Embolo dan Dan Ndoye di lini depan. Xhaka juga berperan vital dalam transisi dan distribusi bola.


Ilustrasi AI pertandingan Argentina vs Swiss. Foto: X @FarizioRomano.

Di lini belakang, Manuel Akanji menjadi pengumpan terbanyak Swiss dengan 424 operan, hampir 100 lebih banyak dari Leandro Paredes di Argentina. Namun, tak ada yang bisa menandingi kontribusi Messi dalam mencetak gol, menciptakan peluang, dan memberikan umpan silang.

Messi telah mengoleksi delapan gol, 29 peluang, dan 26 umpan silang. Kunci Swiss adalah meredam pergerakannya. Kemitraan Rodriguez dengan Rieder atau Ndoye di sisi kiri menjadi andalan, sementara Argentina punya keseimbangan di kedua sisi sayap.

Messi tetap jadi penentu. Argentina mencatat xG 11,91, lebih tinggi dari Swiss (9,16). Namun, kali ini Messi berhadapan dengan tim yang lebih kompak dan kuat di semua lini.

(Whisnu M)