Perkuat Implementasi IA-CEPA, Indonesia-Australia Resmi Luncurkan Katalis 2.0

Indonesia dan Australia meluncurkan Katalis 2.0 pada Senin, 13 Juli 2026, untuk memperkuat implementasi IA-CEPA. (Metrotvnews.com)

Perkuat Implementasi IA-CEPA, Indonesia-Australia Resmi Luncurkan Katalis 2.0

Muhammad Reyhansyah • 13 July 2026 15:42

Jakarta: Indonesia dan Australia resmi meluncurkan Program Katalis 2.0 sebagai fase lanjutan implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). 

Program lima tahun tersebut akan difokuskan pada penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku usaha perempuan, serta kelompok yang selama ini kurang terwakili dalam perdagangan dan investasi.

Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite mengatakan Katalis 2.0 akan memperdalam hubungan ekonomi kedua negara dengan membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, pengembangan keterampilan, serta kemitraan bisnis.

"Hari ini bukan sekadar meluncurkan fase baru Katalis. Melalui Katalis 2.0 kami akan terus menciptakan peluang nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat di bawah IA-CEPA, menghubungkan dunia usaha, mendorong investasi, mendukung pengembangan keterampilan, dan membangun kemitraan yang memberikan dampak nyata," kata Matt dalam peluncuran Katalis 2.0 di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Matt mengatakan Katalis 2.0 dibangun di atas capaian Katalis 1.0 yang telah menghasilkan lebih dari 20 proyek kerja sama. Salah satunya mendorong peningkatan ekspor kakao premium Indonesia ke Australia hingga tiga kali lipat sepanjang 2022–2025 melalui riset pasar, pendampingan pelaku usaha, serta promosi ke pasar Australia.

Selain sektor kakao, Katalis juga mendukung perusahaan teknologi Indonesia, Privy, memperluas bisnisnya ke Australia serta memperkuat kerja sama pelatihan tenaga perawat Indonesia melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan Australia.

Memperkuat Implementasi IA-CEPA

Pemerintah Australia, lanjut Matt, juga berkomitmen mengurangi berbagai hambatan perdagangan dan investasi, termasuk mempermudah mobilitas pelaku usaha Indonesia ke Australia.

"Kami juga akan terus mengupayakan agar berbagai hambatan perdagangan dan investasi dapat dikurangi, termasuk mempermudah pelaku usaha Indonesia untuk bepergian dan menjalankan kegiatan bisnis di Australia," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan peluncuran Katalis 2.0 bukan sekadar dimulainya sebuah program baru, melainkan penegasan kembali komitmen Indonesia dan Australia dalam memperkuat implementasi IA-CEPA.

"Hari ini bukan sekadar peluncuran program baru. Ini merupakan penegasan kembali atas komitmen bersama untuk mengubah berbagai peluang yang diciptakan IA-CEPA menjadi manfaat ekonomi yang nyata bagi dunia usaha, tenaga kerja, dan masyarakat di kedua negara," ujar Roro.

Menurut Roro, Katalis 2.0 dirancang untuk memperkuat implementasi IA-CEPA melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra pembangunan sehingga manfaat kerja sama ekonomi kedua negara dapat dirasakan secara lebih luas.

Program Katalis 2.0 akan berlangsung pada periode 2026–2031 dan menjadi bagian dari upaya Indonesia dan Australia untuk meningkatkan perdagangan, investasi, pengembangan sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui implementasi IA-CEPA.

Baca juga:  Asisten Menlu Australia Dorong Optimalisasi IA-CEPA Lewat Kunjungan ke Jakarta

(Willy Haryono)