4 Jenis Pekerjaan Ini Lebih Sulit Mendapat KPR dari Bank

Ilustrasi. Foto: Freepik.

4 Jenis Pekerjaan Ini Lebih Sulit Mendapat KPR dari Bank

Eko Nordiansyah • 9 September 2026 15:18

Jakarta: Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memiliki rumah dengan sistem cicilan. Namun, pengajuan KPR tidak selalu mudah disetujui karena bank akan menilai kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan.

Salah satu hal yang diperhatikan adalah sumber dan kestabilan penghasilan. Bank juga dapat meminta dokumen pendukung, seperti slip gaji atau riwayat transaksi rekening, untuk memastikan calon debitur mampu membayar cicilan hingga masa kredit berakhir.

Dikutip dari laman Pinhome, terdapat sejumlah pekerjaan yang memiliki tantangan lebih besar ketika mengajukan KPR karena karakter penghasilannya.

1. Pekerja informal

Pekerja informal umumnya tidak memiliki slip gaji tetap atau dokumen penghasilan seperti karyawan perusahaan.

Contohnya antara lain pedagang kecil, tukang cukur, hingga pengemudi ojek. Pemasukan yang tidak selalu tetap membuat bank membutuhkan dokumen lain untuk memastikan calon debitur dalam membayar cicilan.

Pekerja informal tetap memiliki peluang mendapatkan KPR. Salah satu caranya melalui rekening koran atau mutasi rekening selama beberapa bulan. Dokumen tersebut dapat membantu bank melihat pola serta jumlah pemasukan calon debitur.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

2. Pekerjaan berisiko tinggi

Pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi juga dapat menjadi perhatian bank. Risiko kecelakaan atau meninggal dunia yang lebih besar dapat memengaruhi kemampuan debitur dalam membayar cicilan.

Beberapa pekerjaan yang masuk kategori ini antara lain penambang, petugas pemadam kebakaran, dan pelaut.

Meski begitu, pekerja dengan profesi berisiko tinggi tetap dapat mengajukan KPR. Salah satu perlindungan yang dapat digunakan adalah asuransi yang menanggung sisa kewajiban kredit apabila debitur meninggal dunia sesuai dengan ketentuan polis.

Calon debitur juga dapat mempertimbangkan tenor kredit yang lebih pendek. Namun, pilihan tersebut dapat membuat cicilan bulanan menjadi lebih besar.

3. Pekerja lepas atau freelancer

Pekerja lepas atau freelancer tetap bisa mengajukan KPR. Meski penghasilannya tidak tetap setiap bulan, bank akan menilai kemampuan membayar cicilan dari rata-rata penghasilan dan riwayat transaksi. Freelancer juga perlu menunjukkan bukti pemasukan yang jelas agar bank dapat menilai kemampuan finansialnya.

4. Wiraswasta

Wiraswasta menjadi jenis pekerjaan lain yang perlu menyiapkan dokumen lebih lengkap ketika mengajukan KPR. Berbeda dengan karyawan yang memperoleh gaji secara rutin, pendapatan pengusaha bergantung pada kondisi bisnis.

Omzet yang tidak stabil atau usaha yang mengalami kerugian memengaruhi penilaian bank terhadap kemampuan membayar cicilan.

Karena itu, pemilik usaha perlu menjaga kondisi bisnis agar pemasukan jelas. Bukti transaksi serta dokumen usaha dapat membantu bank menilai kondisi keuangan calon debitur.

Tidak ada pekerjaan tertentu yang otomatis membuat pengajuan KPR ditolak. Bank akan melihat kemampuan membayar, bukti penghasilan, kelengkapan dokumen, dan riwayat kredit.

Pekerja informal, freelancer, wiraswasta, maupun pekerja dengan risiko tinggi tetap berpeluang mendapatkan KPR selama memenuhi persyaratan bank. (Natasya Dwi Putri)

(Eko Nordiansyah)