Gunung Semeru Erupsi, Letusan Abu Capai 800 Meter Mengarah ke Barat

Gunung Semeru erupsi disertai letusan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak pada Senin pagi, 11 Mei 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi, Letusan Abu Capai 800 Meter Mengarah ke Barat

Silvana Febiari • 11 May 2026 11:33

Lumajang: Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi. Tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian, dilansir dari Antara, Senin, 11 Mei 2026. 

Saat erupsi, lanjutnya, kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 122 detik," tutur Sigit.
 


Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu telah mengalami erupsi sebelumnya pada 00.18 WIB dan pukul 05.58 WIB. Namun, visual letusan tidak teramati.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ungkapnya.


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 km di atas puncak pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Sigit. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)