Kasus Muratara Bukan yang Pertama, Ini Deretan Kecelakaan Bus ALS Sejak 2017

Bus ALS kecelakaan tunggal, Minggu, 8 September 2025. (Metro TV/Endi Oktaria)

Kasus Muratara Bukan yang Pertama, Ini Deretan Kecelakaan Bus ALS Sejak 2017

Riza Aslam Khaeron • 7 May 2026 14:31

Musi Rawas Utara: Sebuah kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu siang, 6 Mei 2026. Peristiwa tragis tersebut melibatkan bus ALS dan sebuah truk tangki BBM.
 
Kecelakaan bermula lantaran sopir terkejut melihat lubang di jalur. Sopir bus ALS banting stir ke jalur berlawanan. Sementara itu, dari arah berlawanan tengah melintas truk tangki BBM. Tabrakan hebat pun tidak terhindarkan, mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Kecelakaan bus ALS di Muratara bukan yang pertama. Hampir satu dekade terakhir, tercatat setidaknya sembilan kecelakaan menonjol yang melibatkan bus ALS.

Berikut ini deretan kecelakaan bus ALS sejak 2017 yang dirangkum Metrotvnews.com:

1. Kasus Bus ALS di Tapanuli Utara

Insiden ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Kamis, 10 Agustus 2017, sekitar pukul 10.00 WIB. Bus ALS dengan nomor polisi BK 7130 LD menabrak sejumlah warga yang sedang bergotong royong di ruas KM 31–32 Tarutung–Padangsidimpuan.

Akibatnya, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban luka lainnya dilarikan ke RS Tarutung.

Peristiwa ini dipicu oleh material longsor di kawasan tersebut yang mengganggu arus lalu lintas. Berdasarkan keterangan kepolisian, kondisi jalan yang menurun dan licin menyebabkan sopir bus gagal menghentikan laju kendaraan hingga akhirnya menghantam warga di sekitar titik longsor.

2. Kasus Bus ALS di Lahat

Pada Senin, 10 Desember 2018, sekitar pukul 16.30 WIB, bus ALS terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Yamaha Jupiter MX di Desa Batay, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Insiden maut ini mengakibatkan dua pengguna sepeda motor meninggal dunia di tempat.

Berdasarkan keterangan Satlantas Polres Lahat, sepeda motor yang dikendarai oleh Andri (15) melaju dari arah Gumay Talang menuju Lahat. Saat melintasi tikungan, motor diduga mengalami slip dan hilang kendali hingga masuk ke jalur lawan.

Di saat yang sama, bus ALS yang dikemudikan Boy Saputra datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Dua korban, Andri dan Ucok, dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya, Beben Saputra, mengalami luka-luka.
 

3. Kasus Bus ALS di Mandailing Natal

Kecelakaan berikutnya terjadi di Desa Sidojadi, Kabupaten Mandailing Natal, pada Senin, 31 Desember 2018. Bus ALS bernomor polisi BK 7547 DJ yang membawa sekitar 40 penumpang mengalami kecelakaan di KM 11–12 jurusan Panyabungan–Padangsidimpuan. Satu orang meninggal dunia dan satu penumpang luka-luka dalam peristiwa ini.

Kecelakaan dipicu oleh sebuah mobil boks dari arah berlawanan yang mengambil jalur bus hingga menabrak bagian belakang kendaraan tersebut. Akibat benturan itu, bus ALS hilang kendali dan menabrak pohon di pinggir jalan.

Kerusakan parah terjadi di bagian depan bus. Kernet bus, Untung Siregar, meninggal dunia saat akan dirujuk ke rumah sakit, sementara satu penumpang mengalami luka pada bagian kaki.
 

4. Kasus Bus ALS di Tapanuli Selatan

Selasa dini hari, 20 September 2022, bus ALS bernomor polisi BK 7405 LD terguling di Jalan Lintas Sumatera KM 11–12 Padangsidimpuan–Pal XI. Kecelakaan di Kelurahan Pasar Pargarutan I ini menyebabkan sembilan penumpang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Tapanuli Selatan menjelaskan bahwa bus yang dikemudikan Aswadi tersebut membawa 31 penumpang. Saat berpapasan dengan Bus Satu Nusa, kondisi beram jalan yang dalam membuat roda bus keluar dari aspal. Bus kemudian terguling karena sopir gagal mengembalikan posisi roda ke badan jalan. Para korban luka berasal dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa.
 

5. Kasus Bus ALS di Agam

Pada Senin, 13 Maret 2023, sebuah bus ALS tujuan Jakarta hangus terbakar di Jalan Raya Bateh Rumbang Palupuh, Kabupaten Agam. Bus bernomor polisi BK 7285 LD tersebut membawa 20 orang saat api mulai berkobar.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa bus sempat mengalami kegagalan mesin. Melihat api mulai menjalar dari bagian mesin belakang, sopir segera mengevakuasi seluruh penumpang.

Meski tidak ada korban jiwa, armada bus mengalami kerusakan total dengan kerugian materiil mencapai Rp1,75 miliar.
 

6. Kasus Bus ALS di Toba

Rabu, 17 Mei 2023, kecelakaan fatal melibatkan bus ALS dan sepeda motor kembali terjadi di Jalan Medan–Tarutung KM 208–209, Kabupaten Toba. Korban adalah seorang pelajar berusia 16 tahun, Angelina Nainggolan, yang meninggal dunia di tempat.

Kronologi kejadian bermula saat, korban datang dari arah Simpang Sigura-gura menuju Kota Medan. Setibanya di lokasi, korban hendak berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, Bus ALS BK 7407 LD datang dari arah Medan menuju Tarutung sehingga tabrakan terjadi.

Korban terpental dan mengalami luka-luka serius hingga meninggal dunia di RSUD Porsea. Setelah kejadian, sopir bus yang disebut bernama Dayat dilaporkan melarikan diri dan meninggalkan bus di lokasi kejadian.
 
Baca Juga:
Daftar Korban Teridentifikasi hingga Penyebab Kecelakaan Bus ALS di Muratara
 

7. Kasus Bus ALS di Padang Panjang

Kecelakaan besar Bus ALS terjadi di Jalan Lintas Padang Panjang, tepatnya dekat simpang Terminal Bukit Surungan atau Terminal Busur, Padang Panjang, Sumatera Barat, pada Selasa, 6 Mei 2025. Kementerian Perhubungan menyebut kecelakaan menyebabkan 12 penumpang meninggal dunia dan 25 orang lainnya luka-luka.

Menurut penjelasan Kemenhub yang dikutip dari Antara pada 6 Mei 2025, bus datang dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang sebelum mengalami kecelakaan dan terguling miring ke sebelah kiri.

Kemenhub juga menyebut hasil pengecekan melalui aplikasi Mitra Darat menunjukkan bus tersebut tidak memiliki izin operasi, meski masa uji berkala masih berlaku hingga 14 Mei 2025.


Kecelakaan bus ALS di Muratara. Foto: Antara/BPBD Muratara
 

8. Kasus Bus ALS di Padang Pariaman

Pada Minggu malam, 7 September 2025, Bus ALS yang membawa rombongan atlet karate asal Sumatera Utara mengalami kecelakaan tunggal di pintu keluar Tol Padang–Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Bus bernomor polisi BK 7444 UA tersebut membawa 31 orang penumpang yang hendak mengikuti kejuaraan atau pertandingan karate di Kota Padang.

Dalam kecelakaan itu, dua penumpang asal Sumatra Utara meninggal dunia, sementara 29 korban lain mengalami luka ringan dan mendapat penanganan medis di rumah sakit. Korban meninggal ialah Muhammad Dhijey Lexie asal Sungai Tuan, Deli Serdang, dan Fakhri Akbar Faris Asseweth asal Medan Tembung.
 

9. Kasus Bus ALS di Padangsidimpuan

Kecelakaan lain terjadi di Jalan H.T. Rizal Nurdin, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 20.40 WIB. Insiden ini melibatkan Bus ALS bernomor polisi BK 7815 LG dan becak motor.

Pengendara becak motor bernama Abdi Nusantara Harahap, 21 tahun, meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara penumpangnya, Farel Octavianus Sitorus, 15 tahun, mengalami luka ringan.

Kecelakaan bermula ketika becak motor melaju dari pusat Kota Padangsidimpuan menuju Pijorkoling. Setibanya di dekat TPU Sihitang, pengendara becak motor disebut melaju dengan kecepatan tinggi dan berupaya mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil jalur terlalu ke kanan.

Pada saat bersamaan, Bus ALS datang dari arah berlawanan. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan depan-depan tidak dapat dihindari. Benturan keras menyebabkan pengendara becak motor mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Becak motor mengalami rusak berat, sedangkan bus mengalami kerusakan ringan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)