Purbaya Tegaskan Capaian Ekonomi Didorong Belanja Pemerintah, Bukan Low Base Effect!

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok Biro KLI Kemenkeu.

Purbaya Tegaskan Capaian Ekonomi Didorong Belanja Pemerintah, Bukan Low Base Effect!

Richard Alkhalik • 11 May 2026 13:44

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan sejumlah ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026 disebabkan oleh efek basis yang rendah atau low base effect.

Purbaya menegaskan, capaian impresif ekonomi nasional di tiga bulan pertama tahun ini merupakan hasil dari strategi akselerasi belanja pemerintah yang dilakukan sejak awal 2026.

Menurut Bendahara Negara itu, pemerintah sengaja mempercepat belanja negara dan menjaga likuiditas agar ekonomi bergerak lebih cepat seperti percepatan pembayaran subsidi pupuk, kewajiban kepada PT Pertamina (Persero), hingga akselerasi belanja daerah agar memutar roda perekonomian sektor riil secara signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Saya jaga likuiditas supaya private sector-nya bisa gerak. Saya dorong belanja pemerintah di kuartal pertama dipercepat sehingga daya dorong ke ekonomi lebih merata sepanjang tahun," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Selain itu, ia mengatakan tingginya angka konsumsi rumah tangga yang menyentuh kisaran 5,52 persen menjadi bukti terjaganya daya beli masyarakat.

"Jadi kalau Anda lihat trennya clear naik. Itu yang kita lihat trennya. Ini akan kita dorong supaya berlangsung terus trennya ke depan," papar Purbaya.
 

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Triwulan I-2026


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Pertumbuhan ekonomi bergerak lebih cepat


Ia meyakini fondasi ekonomi nasional saat ini berada pada jalur pemulihan yang kuat. Menanggapi kritik sejumlah ekonom, Purbaya juga memaparkan dengan perhitungan pertumbuhan ekonomi secara tahunan dampak musiman seperti pergeseran periode Ramadan dan Idulfitri dinilai tidak terlalu dominan.

Ia menegaskan apa pun asumsinya, termasuk tudingan low base effect, data secara riil menunjukkan adanya akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Purbaya menyayangkan sikap sejumlah pengamat ekonom yang dinilai parsial dan luput melihat gambaran utuh dari kebijakan fiskal pemerintah sejak awal tahun.

"Jadi kalau angka jelek ribut, angka tinggi ribut juga. Jadi temen ekonom tuh maunya apa? Luar negeri menghargai kita, dalam negeri enggak ini. Tapi dengan data yang aneh," ketus Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)