Singapura Sebut 2 Jenazah Korban Letusan Gunung Dukono Diduga Warganya yang Hilang

Tim SAR Gabungan sementara melakukan pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara untuk mencari dan mengevakuasi para pendaki WNA asal Singapura dan WNI, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Basarnas Maluku Utara

Singapura Sebut 2 Jenazah Korban Letusan Gunung Dukono Diduga Warganya yang Hilang

Achmad Zulfikar Fazli • 10 May 2026 21:53

Jakarta: Sebanyak dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang hilang saat mendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, dikabarkan meninggal dunia. Informasi ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Singapura.

“Pihak berwenang Indonesia telah memberitahu petugas dari Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, bahwa mereka telah menemukan dua jenazah dari Gunung Dukono, yang diyakini sebagai jenazah warga Singapura yang hilang,” ujar keterangan resmi juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura, dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura menyampaikan, pihaknya melalui Kedutaan Besar Singapura di Jakarta bekerja sama erat dengan pihak berwenang Indonesia di Tobelo, Maluku Utara, untuk mengidentifikasi resmi dua jenazah tersebut. Kementerian Luar Negeri Singapura terus menjalin kontak erat dengan keluarga untuk memfasilitasi identifikasi dan akan terus memberikan bantuan konsuler.

“Kementerian Luar Negeri Singapura ingin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak berwenang Indonesia, khususnya tim pencarian dan penyelamatan yang terdiri lebih dari 150 personel atas upaya mereka dalam kondisi yang sangat sulkt dan berbahaya,” ujar keterangan resmi juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura.


Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5). Dok. Basarnas.jpg

Baca Juga: 

2 WNA Korban Terakhir Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua korban terakhir erupsi Gunung Api Dukono pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu, 10 Mei 2026. Kedua korban yang merupakan WNA tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Proses evakuasi dua jenazah sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif. Tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

Pada operasi pencarian hari ketiga, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Brimobda, Emergency Response Team (ERT) Gosowong, Palang Merah Indonesia (PMI), serta masyarakat setempat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)