KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Peti Kemas ke Semarang

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Peti Kemas ke Semarang

Eko Nordiansyah • 8 May 2026 15:11

Jakarta: KAI Logistik mengkaji rencana peningkatan kapasitas angkut peti kemas melalui KA Ronggowarsito. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas distribusi barang, khususnya dalam mendukung kebutuhan logistik di kawasan industri wilayah Semarang dan sekitarnya.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik Aniek Dwi Deviyanti mengatakan, rencana peningkatan kapasitas ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari para pelaku industri. Ia menyebut, pelaku usaha membutuhkan kepastian distribusi barang secara masif dan terjadwal.

“KAI Logistik hadir untuk menjawab tantangan logistik di Jawa Tengah, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan manufaktur yang membutuhkan moda transportasi lebih efisien dan andal dibandingkan moda transportasi lainnya,” kata Aniek dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.

Melalui penjajakan ini, KA Ronggowarsito menawarkan titik transit langsung di Semarang, sebuah nilai layanan yang menjadi diferensiasi utama di pasar logistik saat ini. Melayani rute Jakarta – Semarang PP, layanan ini juga dirancang untuk memperkuat titik logistik di Klari, Karawang.

“Integrasi ini bertujuan untuk mendukung efisiensi distribusi bagi kawasan industri di Karawang serta memfasilitasi reposisi angkutan shipping line secara lebih efektif,” ungkapnya.


(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Targetkan angkut 13.500 ton barang per bulan

Dalam rencana pengembangan yang tengah dijajaki, KA Ronggowarsito diproyeksikan mulai beroperasi dengan frekuensi perjalanan setiap dua hari sekali menggunakan rangkaian 25 Gerbong Datar (GD). Menurutnya, kapasitas ini setara dengan 50 TEUs atau 900 ton dalam sekali perjalanan.

“Jika diakumulasikan, layanan ini mampu melayani hingga 13.500 ton barang per bulan, yang diharapkan mulai dapat dioperasikan pada Mei 2026,” lanjut Aniek.

Fokus utama dari penguatan layanan ini adalah sektor pabrikan dan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG). Karakteristik barang dari kedua sektor ini memerlukan ketepatan waktu serta penanganan yang aman dan stabil, sehingga rantai pasokan pelanggan tetap terjaga dengan performa distribusi yang optimal.

Upaya ini merupakan bagian dari peta jalan strategis KAI Logistik dalam memperkuat peran moda kereta api pada segmen middle mile rantai pasok nasional. Penguatan layanan di koridor utara Jawa sangat krusial untuk mendukung daya saing industri nasional melalui integrasi infrastruktur kereta api.

Aniek menjelaskan, penyesuaian kapasitas ini merupakan langkah perusahaan dalam menciptakan sistem distribusi yang lebih tangguh serta menekankan bahwa peningkatan layanan ini bukan hanya sekadar menambah volume, melainkan tentang membangun ekosistem logistik yang berkelanjutan.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi, lanjut dia, pemanfaatan moda kereta api juga menjadi solusi transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan. Melalui konsep green logistics, angkutan berbasis rel berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon serta beban lalu lintas di jalur darat.

“Hal ini sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam mendukung sistem logistik nasional yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat konektivitas di kawasan industri strategis seperti Semarang,” tutup Aniek.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)