Kepala BNPB, Suharyanto. (tangkapan layar)
Update Korban Gempa NTT, BNPB: 38 Orang Meninggal
Lukman Diah Sari • 15 August 2026 15:43
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu sore, tercatat sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia.
"Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 WIB terdata ada 38 jiwa meninggal," ujar Kepala BNPB, Suharyanto, dalam konferensi pers bertajuk Update Kondisi dan Penanganan Pascagempa Bumi M7,7 di NTT yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu, 15 Agustus 2026.
"Kurang lebih ada 2.000 jiwa mengungsi mandiri," jelas Suharyanto.
BNPB terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak parah akibat gempa, mengingat potensi gempa susulan masih terus mengintai.

Hotel di Labuan Bajo terdampak gempa NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Foto : MI/ Marianus)
Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir, BNPB meminta agar tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG. Meskipun peringatan dini tsunami telah resmi berakhir, tingkat kewaspadaan tinggi tetap diperlukan terhadap potensi gempa susulan maupun bahaya lanjutan akibat kerusakan struktural bangunan.
BNPB bersama BPBD dan unsur lintas instansi terkait akan terus melakukan pemantauan intensif serta pemutakhiran berkala mengenai dampak gempa. Seluruh informasi resmi terkait perkembangan situasi darurat ini dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan BMKG.