Rumah Sakit Apung KRI dr Soeharso Bertolak ke NTT

KRI dr Soeharso-990 membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). MI

Rumah Sakit Apung KRI dr Soeharso Bertolak ke NTT

Faishol Taselan • 18 August 2026 19:14

Surabaya: TNI Angkatan Laut (AL) melalui Komando Armada (Koarmada) II mengerahkan KRI dr Soeharso-990 membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G P Alit Jaya mengatakan pengerahan kapal rumah sakit tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI AL dalam penanganan bencana di NTT.

“Kesiapan KRI dr Soeharso-990 diharapkan mampu memberikan dukungan secara optimal selama pelaksanaan misi membutuhkan, serta membantu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya di Surabaya, Selasa, 18 Agustus 2026.

KRI dr Soeharso-990 membawa berbagai bantuan logistik, kendaraan, peralatan, serta personel Korps Marinir untuk mendukung penanganan bencana.

Bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari TNI AL dan masyarakat tersebut terdiri atas 1,725 ton beras, 510 kardus mi instan, 200 kardus air mineral, 30 kardus mi gelas, 30 kardus susu kemasan, 20 kardus biskuit, 42 dus popok bayi, 60 lembar selimut, dan delapan kardus sarden.

“Berbagai bantuan kebutuhan pokok tersebut didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi di NTT,” ucapnya.
 


Selain membawa bantuan logistik, TNI AL mengerahkan ratusan prajurit Korps Marinir dari Pasukan Marinir 2 (Pasmar-2) untuk memperkuat Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam di NTT.

Dua unit helikopter dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) turut dikerahkan bersama kendaraan dan alat berat. Seluruh unsur tersebut disiapkan untuk mendukung operasi penanganan bencana di wilayah terdampak.

TNI AL juga menyiapkan tiga pangkalan di bawah komando Kodaeral VII untuk mendukung percepatan penanggulangan bencana. Ketiga pangkalan tersebut yakni Lanal Maumere, Lanal Labuan Bajo, dan Lanal Ende.

Menurut Alit Jaya, pengerahan personel, kapal, pangkalan, dan peralatan merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI AL dalam mendukung penanganan bencana sekaligus menjalankan misi kemanusiaan.


Proses evakuasi pascagempa NTT. Foto: Dok. BNPB


“Harapannya dapat mempercepat distribusi bantuan, mendukung penanganan kondisi darurat, serta membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa bumi di NTT,” ujarnya.

Dukungan TNI AL untuk penanganan gempa NTT juga dilakukan melalui unsur Koarmada II lainnya. KRI Bung Hatta-370 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II telah diberangkatkan dari Kendari menuju Manggarai, NTT. Kapal tersebut membawa bantuan kebutuhan pokok untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik pengungsian.

Selain itu, KRI Hiu-634 dari Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II turut membawa bantuan kemanusiaan dari Kupang menuju Manggarai. Pengerahan sejumlah unsur tersebut dilakukan untuk mendukung distribusi bantuan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT.

(Whisnu M)