PLN Mulai Alirkan Listrik ke Huntara Korban Banjir di Nagan Raya

Kondisi pengungsian di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. BPBD Nagan Raya

PLN Mulai Alirkan Listrik ke Huntara Korban Banjir di Nagan Raya

Whisnu Mardiansyah • 16 March 2026 08:49

Nagan Raya: PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jeuram mulai melakukan penormalan arus listrik ke sejumlah titik hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Manajer PLN ULP Jeuram Syamsul Rizal mengatakan proses penyambungan ini dilakukan secara bertahap seiring selesainya pembangunan fisik bangunan huntara.

“Proses penyambungan ini dilakukan secara bertahap, seiring selesainya pembangunan fisik bangunan tersebut,” kata Syamsul di Nagan Raya seperti dilansir Antara, Senin, 16 Maret 2026.

Meskipun proses pembangunan huntara belum mencapai 100 persen, pihaknya berkomitmen langsung menyalakan listrik pada unit-unit yang telah siap huni.

"Posisi yang sudah selesai langsung kami nyalakan terus secara bertahap," ucapnya.
 


Syamsul menyebutkan penyaluran arus listrik di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang mencakup dua kategori bangunan. Pertama, huntara mandiri, yaitu bangunan yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat. Kedua, huntara BNPB, yaitu bangunan bantuan yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk unit bangunan komunal berupa satu bangunan dengan lima pintu.

PLN terus berkoordinasi mengenai data desa dan jumlah unit yang siap dialiri listrik. Saat ini, fokus utama juga diarahkan pada penyediaan jaringan listrik di lokasi-lokasi pengungsian yang masih menggunakan tenda.

"Untuk yang di pengungsian (tenda), saat ini juga sedang dalam proses pembangunan jaringan," tambahnya.


Pembangunan huntap dan huntara warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. (Dok Bakom RI)

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, saat ini sebanyak 379 Kepala Keluarga di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang masih menghuni tenda pengungsian. Mereka masih menunggu proses pembangunan huntara yang saat ini dikerjakan oleh BNPB melalui masing-masing vendor.

Sebagian pengungsi di daerah tersebut saat ini masih mengandalkan sarana penerangan seadanya pada malam hari. Pemerintah terus berupaya memperbaiki jaringan listrik, termasuk memasok jaringan listrik ke lokasi huntara yang sedang dalam pembangunan.

Meski masih tinggal di tenda pengungsian, BNPB dan Pemkab Nagan Raya terus memasok kebutuhan penyintas bencana ke lokasi pengungsian. Hal ini sebagai upaya membuktikan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)