Garuda Indonesia Hentikan Sementara Penerbangan Rute Jakarta-Doha

Ilustrasi. Foto: dok Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia Hentikan Sementara Penerbangan Rute Jakarta-Doha

Hendrik Simorangkir • 1 March 2026 13:51

Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk sementara waktu menangguhkan operasional penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penutupan sementara wilayah udara Qatar untuk penerbangan sipil.

Kebijakan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah. Menurutnya, penghentian sementara ini merupakan langkah preventif yang mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan operasional penerbangan, dalam memastikan perjalanan yang aman dan andal bagi seluruh penumpang," ujar Dicky Irchamsyah, Minggu, 1 Maret 2026.

Dicky menuturkan, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan otoritas penerbangan dan para pemangku kepentingan terkait. Hal ini dilakukan untuk memantau dinamika perkembangan situasi sekaligus memastikan kesiapan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
 


"Kami terus berkoordinasi intensif dengan maskapai mitra untuk memastikan penanganan penumpang terdampak, termasuk implementasi kebijakan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Dicky.

Meski rute Doha untuk sementara dihentikan, operasional penerbangan internasional Garuda Indonesia untuk rute lainnya dipastikan tetap berjalan normal. Manajemen Garuda Indonesia memastikan seluruh jalur penerbangan yang masih beroperasi tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik.


Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

"Seluruh jalur penerbangan tersebut dipastikan tidak melewati wilayah udara yang terdampak konflik," kata Dicky.

Dicky menambahkan, perseroan akan terus memantau intensif perkembangan situasi. Koordinasi dengan otoritas nasional dan internasional juga akan terus diperkuat guna memastikan seluruh operasional penerbangan berlangsung dengan standar keselamatan dan keamanan tertinggi.

"Kami juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna memitigasi potensi dampak terhadap layanan operasional," ungkap Dicky.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)