Mahasiswa Teknik Logistik UPER Tinjau Operasional TBBM Plumpang

Sebanyak 60 mahasiswa bersama lima dosen pendamping mengikuti kegiatan tersebut.

Mahasiswa Teknik Logistik UPER Tinjau Operasional TBBM Plumpang

Eko Nordiansyah • 23 February 2026 16:45

Jakarta: Keselarasan antara dunia pendidikan dan realitas industri di lapangan menjadi kebutuhan penting dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompeten. Oleh karena itu, banyak perguruan tinggi mendorong kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman, seperti kunjungan industri dan field trip, agar ilmu yang diperoleh di ruang kelas tidak berhenti pada tataran teori. 

Melalui interaksi langsung dengan praktik dan dinamika operasional di lapangan, mahasiswa dapat memahami konteks nyata penerapan konsep akademik, mengenali tantangan industri, serta membangun kesiapan profesional sejak dini.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina melaksanakan kunjungan industri ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Tanjung Priok, Jakarta. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sistem penyimpanan dan distribusi bahan bakar sebagai bagian krusial dari rantai pasok energi nasional.

Sebanyak 60 mahasiswa bersama lima dosen pendamping mengikuti kegiatan tersebut. Rombongan disambut oleh tim Pertamina Patra Niaga, yakni Abraham selaku Stakeholder Relationship, dan Titon Srihardian sebagai Superintendent Integrated Terminal TBBM Plumpang. 



(Sebanyak 60 mahasiswa bersama lima dosen pendamping mengikuti kegiatan tersebut.? Foto: Dok istimewa)

Peran strategis TBBM Plumpang

Dalam pemaparannya, pihak terminal menjelaskan peran strategis TBBM Plumpang sebagai simpul distribusi energi yang menopang kebutuhan bahan bakar di berbagai wilayah. Abraham menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan dan pengelolaan fasilitas merupakan aspek krusial dalam operasional terminal. 

“Seluruh prosedur operasional dijalankan secara ketat untuk menjamin keamanan pasokan energi nasional, menjaga keselamatan fasilitas dan pekerja, serta memastikan keberlanjutan operasional terminal sebagai bagian penting dari sistem distribusi energi nasional,” ujarnya. 

Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan terminal tidak hanya berorientasi pada efisiensi distribusi, tetapi juga pada mitigasi risiko dan kepatuhan terhadap standar keselamatan industri.

Dalam sesi materi, mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif mengenai alur operasional terminal, mulai dari proses penerimaan bahan bakar dari kilang atau kapal tanker, sistem penyimpanan di tangki timbun berkapasitas besar, hingga mekanisme penyaluran ke berbagai titik distribusi. 

Praktisi juga menjelaskan bagaimana koordinasi logistik, pengawasan kualitas, serta sistem monitoring menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi.

Tidak hanya menerima paparan teoritis, mahasiswa juga meninjau langsung area tangki timbun dan fasilitas pendukung lainnya. Observasi lapangan ini memberikan perspektif nyata mengenai skala infrastruktur, kompleksitas pengelolaan bahan bakar, serta pentingnya integrasi antara sistem teknis dan manajemen operasional. 

Dengan melihat langsung proses di lapangan, mahasiswa dapat mengaitkan konsep manajemen rantai pasok, perencanaan distribusi, hingga manajemen risiko yang dipelajari di kelas dengan praktik industri yang sesungguhnya.

Salah satu mahasiswa, Niluh Whiccany Dinanta, mengungkapkan bahwa kunjungan ini membuka wawasan baru mengenai implementasi teori logistik dalam sektor energi.

“Melalui kunjungan ini, saya tidak hanya melihat langsung tangki timbun berukuran besar, tetapi juga memahami sistem penyimpanan, standar keselamatan, serta alur operasional yang selama ini hanya dipelajari secara teori di kelas,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan industri. Pendekatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif, kesiapan profesional, serta kemampuan adaptif untuk berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan distribusi energi nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)