Viral Ojol Bali Tolak Bule Tanpa Helm, Jasa Raharja: Keselamatan Tak Bisa Dikompromikan

Viral ojol pilih batalkan pesanan perjalanan karena WNA enggan pakai helm. (istimewa)

Viral Ojol Bali Tolak Bule Tanpa Helm, Jasa Raharja: Keselamatan Tak Bisa Dikompromikan

Lukman Diah Sari • 29 July 2026 18:53

Bali: Viral video pengemudi ojek online (ojol) di Bali yang memilih membatalkan pesanan perjalanan lantaran penumpang yang merupakan warga negara asing (WNA) enggan memakai helm. Sikap tersebut diapresiasi PT Jasa Raharja (Persero), dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dan wujud tanggung jawab mengutamakan keselamatan di jalan.

Peristiwa tersebut diunggah seorang pengemudi ojol melalui media sosial pribadinya dengan akun @alvesgodino. Dalam video tersebut, ia menceritakan bahwa penumpang tidak bersedia mengenakan helm, sementara ojol tersebut berprinsip "No Helmet, No Ride". Keputusan itu berdampak pada akun ojol tersebut, sehingga tidak bisa menerima pesanan selama satu hari.

"Jasa Raharja mengapresiasi sikap pengemudi ojek online tersebut yang tetap memilih mematuhi aturan keselamatan meskipun harus menghadapi konsekuensi terhadap penghasilannya. Keputusan itu menunjukkan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun, termasuk tekanan situasi di lapangan," ujar Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin dalam rilis resmi pada Rabu, 29 Juli 2026.

Awaluddin menerangkan, penggunaan helm bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perlindungan dasar yang mampu mengurangi risiko cedera berat dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kepatuhan terhadap penggunaan helm merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang harus dibangun oleh seluruh pengguna jalan.

Awaluddin menegaskan, keberanian untuk mengatakan "tidak" terhadap praktik yang membahayakan keselamatan berlalu lintas patut dihargai. Ia berharap sikap yang ditunjukkan pengemudi ojol tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh pengemudi maupun penumpang.


Jasa Raharja beri apresiasi pengemudi ojol di Bali. (istimewa)

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali Abdillah menyampaikan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi budaya, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata internasional.

"Keselamatan harus menjadi prioritas bagi setiap pengguna jalan. Sikap pengemudi yang tetap berpegang pada prinsip 'No Helmet, No Ride' merupakan contoh nyata bahwa aturan keselamatan harus ditegakkan secara konsisten. Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk wisatawan yang beraktivitas di Bali, untuk menghormati peraturan lalu lintas yang berlaku demi melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," ujar Abdillah.

Jasa Raharja juga mengajak seluruh masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara yang beraktivitas di Indonesia, untuk menghormati dan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Penggunaan helm serta kepatuhan terhadap rambu dan aturan lalu lintas merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa.

(Lukman Diah Sari)