Pemkab Probolinggi Uji Coba Tiket Daring di Kawasan Wisata Bromo

Petugas mengecek uji coba tiket daring di pintu masuk kawasan wisata Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jatim. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo

Pemkab Probolinggi Uji Coba Tiket Daring di Kawasan Wisata Bromo

Silvana Febiari • 15 April 2026 16:36

Probolinggo: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan uji coba sistem tiket daring di kawasan wisata Gunung Bromo. Uji coba ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

"Uji coba itu dilaksanakan bertepatan dengan dua event besar, yakni Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run, yang dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi langsung kepada wisatawan di tengah tingginya jumlah pengunjung," kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, dilansir dari Antara, Rabu, 15 April 2026. 

Menurutnya, penerapan tiket daring merupakan langkah strategis menuju pengelolaan wisata yang lebih modern dan transparan. Uji coba itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tiket secara digital.
 


"Sistem itu, tidak hanya mempermudah wisatawan dalam membeli tiket, tetapi juga membantu pengaturan arus kunjungan agar lebih tertib dan terkontrol," tuturnya.

Dengan sistem daring, lanjut dia, wisatawan diharapkan sudah memiliki tiket sebelum tiba di lokasi. Hal itu dapat mengurangi antrean dan penumpukan di pintu masuk kawasan wisata.

Selama pelaksanaan uji coba, petugas Disporapar ditempatkan di sejumlah titik strategis. Mereka ditugaskan untuk memberikan informasi dan mengarahkan pengunjung yang belum memiliki tiket agar melakukan pembelian secara daring terlebih dahulu.


Arsip foto: Objek wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo


Sementara, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Probolinggo Umi Subiyantiningsih mengatakan masih ada kendala dalam penerapan sistem tiket daring. Contohnya, belum meratanya pemahaman wisatawan, keterbatasan akses pembayaran digital, serta kondisi jaringan internet di beberapa titik.

"Kami menyadari masih ada tantangan, terutama terkait literasi digital dan infrastruktur jaringan. Namun itu menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, Disporapar Probolinggo akan meningkatkan intensitas sosialisasi, memperkuat jaringan internet di kawasan wisata, serta menyediakan layanan bantuan transaksi bagi wisatawan yang mengalami kendala.

"Harapan kami, masyarakat dan wisatawan dapat mendukung sistem ini sebagai langkah menuju pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, tertib dan berkelanjutan," harapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)