Dokter spesialis anak dan konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Lucky Yogasatria Sp.A saat ditemui ANTARA di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Dokter Sebut Kurang Zat Besi Memungkinkan Anak Kena Stunting
Siti Yona Hukmana • 14 April 2026 23:03
Jakarta: Anak kekurangan zat besi memungkinkan dapat terkena stunting. Hal ini disampaikan dokter spesialis anak dan konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Lucky Yogasatria Sp.A.
"Banyaknya begitu, tapi bukan berarti semuanya (anak stunting pasti kekurangan zat besi)," kata Lucky dilansir Antara, Selasa, 14 April 2026.
Lucky mengatakan stunting dapat terjadi karena anak mengalami kekurangan gizi kronis atau infeksi berulang. Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh baik secara kalori maupun energi disebutnya tidak cukup untuk tumbuh kembang anak.
"Itulah mengapa di 2 tahun pertama, ketika dia stunting, itu harus segera-segera diperbaiki. Ketika anaknya stunting, sudah pasti otaknya juga kekurangan nutrisi," kata Lucky.
Ia menyebut jika dikaitkan dengan kekurangan gizi dan nutrisi, maka perlu memantau apakah kondisi tersebut disebabkan kekurangan mikronutrisi seperti zat besi dan zinc atau makronutrisi berupa karbohidrat dan protein. Pemantauan dilakukan karena anak-anak yang mengalami kekurangan mikronutrisi tanda-tandanya cenderung tidak terlalu tampak.
"Kalau anak yang kekurangan protein sudah pasti pertumbuhannya tidak oke, anaknya kurus, tapi anak yang kekurangan mikronutrisi kadang-kadang tidak terlalu kelihatan," ujar Lucky.

Ilustrasi. Foto: Media Indonesia.
Selain melakukan pemantauan, perlu dilakukan pengecekan kadar zat besi dalam tubuh anak yang diduga mengalami stunting sebelum dokter dapat menegakkan diagnosanya. Jika terbukti, kata Lucky, biasanya dokter memberikan terapi zat besi atau tambahan suplementasi.
Beberapa kadar lain yang kemungkinan perlu diperiksa, seperti zinc dan vitamin D. Lucky mengingatkan kekurangan zat besi dapat menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal. Beberapa risiko yang dapat terjadi seperti mengalami anemia, terganggunya pertumbuhan otak hingga penurunan IQ.
Ia pun menyarankan agar anak diberikan makanan yang mengandung zat besi seperti melalui hati ayam, daging ayam, dan daging sapi. Di samping itu, Lucky menekankan sangat penting bagi ibu yang sedang memasuki masa kehamilan untuk mengonsumsi zat besi guna mencegah anak lahir dalam kondisi anemia.