Ilustrasi. Foto: Freepik.
Ini Deretan 10 Mata Uang Terkuat 2026
Eko Nordiansyah • 20 April 2026 18:50
Jakarta: Dari sekitar 180 mata uang yang diakui sebagai alat pembayaran sah secara internasional, publik kerap berasumsi dolar Amerika Serikat (USD) menjadi mata uang dengan nilai tertinggi. Hal ini berkat pengaruh dan dominasinya dalam transaksi global.
Melansir The Indian Express, Senin, 20 April 2026, meskipun USD berstatus sebagai mata uang cadangan devisa terbesar di dunia yang paling sering ditahan oleh bank sentral global serta menjadi penentu harga komoditas strategis seperti minyak dan emas, nyatanya mata uang Paman Sam ini harus puas berada di urutan kesepuluh dalam daftar mata uang terkuat di dunia pada 2026.
Memasuki 2026, hegemoni negara-negara di kawasan Timur Tengah terbukti masih tak tergoyahkan dalam lanskap pasar valuta asing global. Berdasarkan pemeringkatan nilai tukar terhadap USD, deretan mata uang dari negara-negara eksportir minyak kembali mendominasi hierarki puncak.
Berikut 10 mata uang terkuat di dunia
- Dinar Kuwait (KWD): setara USD3,24.
- Dinar Bahrain (BHD): setara USD2,65.
- Rial Oman (OMR): setara USD2,60.
- Dinar Yordania (JOD): setara USD1,41.
- Poundsterling Inggris (GBP): setara USD1,34.
- Pound Gibraltar (GIP): setara USD1,34.
- Franc Swiss (CHF): setara USD1,25.
- Dolar Kepulauan Cayman (KYD): setara USD1,20.
- Euro (EUR): setara USD1,16.
- Dolar AS (USD): nilai acuan dasar (USD1,00).
Kedigdayaan nilai mata uang Kuwait diikuti oleh instrumen moneter Timur Tengah lainnya, seperti Dinar Bahrain dan Rial Oman yang fundamentalnya ditopang kokoh oleh masifnya cadangan minyak serta strategi diversifikasi ekonomi.
Di luar dominasi negara-negara Teluk, ketahanan ekonomi dari blok Eropa juga terwakili di papan atas. Euro, Franc Swiss, hingga Pound Gibraltar konsisten bertengger sebagai unit mata uang dengan valuasi tertinggi di dunia.
Hal tersebut membuktikan kekuatan nilai tukar merupakan refleksi langsung dari ketahanan, stabilitas, serta kredibilitas ekonomi suatu kawasan.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Stabilitas ekonomi dan pelemahan mata uang
Namun, di kutub yang berlawanan, sejumlah negara berkembang justru harus bergelut dengan krisis moneter yang persisten. Jika mata uang di negara maju stabil berkat kekuatan fundamentalnya, mata uang yang terdepresiasi parah (undervalued) kerap menjadi cermin krisis struktural sebuah negara.Mata uang Pound Lebanon (LBP) saat ini menyandang status sebagai mata uang terlemah di dunia. Dihantam oleh krisis hiperinflasi, satu dolar AS kini melonjak tajam dan setara dengan 89.414,95 Pound Lebanon.
Kondisi serupa juga menjerat Rial Iran (IRR) yang terpuruk di urutan berikutnya. Depresiasi ekstrem membuat valuasi mata uang tersebut anjlok menjadi USD0,000024, dengan USD1 mampu membeli hingga 42.086 rial Iran.
Secara fundamental, menentukan kuat atau lemahnya sebuah mata uang memerlukan evaluasi makroekonomi yang komprehensif. Fluktuasi ini terjadi karena tingginya laju inflasi, lambatnya pertumbuhan ekonomi, arah kebijakan bank sentral, hingga stabilitas iklim politik suatu negara.
Mengacu pada valuasi dan dinamika pasar terkini, berikut 10 daftar mata uang terkuat dan terlemah di dunia pada 2026:
10 mata uang terlemah di dunia 2026
- Pound Lebanon (LBP): 89.414,995 per USD.
- Rial Iran (IRR): 42.086 per USD.
- Dong Vietnam (VND): 26.263,95 per USD.
- Kip Laos (LAK): 21.595,09 per USD.
- Rupiah Indonesia (IDR): 16.968,2 per USD.
- Som Uzbekistan (UZS): 11.945,99 per USD.
- Franc Guinea (GNF): 8.742,64 per USD.
- Franc Burundi (BIF): 2.956,33 per USD.
- Malagasy Ariary (MGA): 4. 527,61 per USD.
- Guarani Paraguay (PYG): 6.657,41 per USD.