Turbin angin yang roboh di Korea Selatan. Foto: Yonhap
Turbin Angin Setinggi 80 Meter Ambruk dan Menutupi Jalan di Korea Selatan
Fajar Nugraha • 6 February 2026 06:08
Seoul: Turbin angin setinggi 80 meter patah menjadi dua dan roboh ke jalan di Korea Selatan.
Kejadian ini berlangsung pada Senin 2 Februari di Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara. Puing-puing dari bilah turbin, yang saat itu masih berputar, berserakan di jalan, tetapi tidak ada laporan warga yang menjadi korban.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 16.41 ketika turbin, bagian dari kompleks pembangkit listrik tenaga angin di dekat Taman Byeolparang, jatuh setelah menaranya patah di titik tengah saat beroperasi.
Para pejabat mengatakan, jalan di dekatnya hanya dilalui oleh sedikit kendaraan pada saat itu karena taman tersebut ditutup. Tetapi saksi mata mengatakan, sebuah mobil yang lewat berhasil menghindari puing-puing yang jatuh hanya dalam hitungan detik.
Pejabat setempat mengatakan, satu bilah turbin robek saat berputar, menyebabkan turbin kehilangan keseimbangan dan menabrak menara baja.
Pada saat kecelakaan, kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 7 meter per detik, jauh di bawah toleransi desain turbin sebesar 20 meter per detik.
“Setelah meninjau rekaman video bersama perusahaan konstruksi, kami memastikan bahwa sebuah bilah yang berputar dengan kecepatan tinggi terlepas, kehilangan keseimbangan, dan menabrak menara,” kata seorang pejabat, seperti dikutip dari The Korean Herald, Jumat 6 Februari 2026..
“Mengingat material bilah tersebut, seharusnya tidak terlepas, jadi kami sedang menyelidiki hal itu,” jelas pejabat itu.
Kompleks pembangkit listrik tenaga angin, yang terdiri dari 24 turbin dengan total kapasitas 1.650 kilowatt, mulai beroperasi pada tahun 2005. Fasilitas ini diproduksi dan dipasang oleh perusahaan Denmark, Vestas.
Turbin yang rusak, Unit 21, telah beroperasi sejak Mei 2005. Turbin ini memiliki tinggi 80 meter, dengan bilah berukuran masing-masing 41 meter. Menaranya terbuat dari baja, dan bilahnya terbuat dari serat karbon.
Bilah turbin angin biasanya memiliki masa pakai sekitar 20 tahun. Unit yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah beroperasi selama 21 tahun dan dinyatakan aman selama inspeksi keselamatan terakhirnya.
Kementerian pemerintah terkait berencana untuk melakukan inspeksi keselamatan pada semua turbin di kompleks tersebut.
Sebagian jalan sepanjang 1,6 kilometer di dekat pembangkit listrik tenaga angin akan tetap dibatasi sementara penyebab kecelakaan tersebut sedang diselidiki, kata seorang pejabat wilayah Yeongdeok.