Polda Metro Jaya menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin, 2 Februari 2026. Metrotvnews.com/Siti Yona
Jelang Ramadan, Polisi Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Selama 14 Hari
Siti Yona Hukmana • 2 February 2026 09:29
Jakarta: Polda Metro Jaya menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin, 2 Februari 2026. Apel dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Dekananto menyebut Operasi Keselamatan digelar selama 14 hari mulai hari ini hingga 15 Februari 2026. Operasi ini dilakukan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan menjelang Ramadan di Jakarta dan sekitarnya.
"Menjelang Ramadan, mobilitas masyarakat cenderung meningkat dan berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas serta potensi pelanggaran dan kecelakaan. Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai pusat aktivitas nasional merupakan etalase bangsa, sehingga kondisi lalu lintas yang tertib dan aman menjadi cerminan kedisiplinan dan budaya masyarakat," kata Dekananto di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Baca Juga:
Lisa Blackpink Syuting di Kota Tua, Polisi Rekayasa Lalin |

Polda Metro Jaya menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin, 2 Februari 2026. Metrotvnews.com/Siti Yona
Dekananto menyebut tujuan utama operasi ini adalah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, serta menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas korban. Jenderal polisi bintang satu ini menekankan polisi tidak mencari-cari kesalahan dalam operasi ini, tapi membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
"Sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," ujar dia.
Operasi dilakukan dengan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional. Polisi akan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Kehadiran personel ditingkatkan pada titik-titik rawan. Kemudian, penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dengan memaksimalkan E-TLE statis, mobile, dan drone patrol presisi, serta penindakan manual secara efektif dan humanis.