Ekonomi Halal: Pengertian dan Peringkat Indonesia di Kancah Global

Ilustrasi ekonomi halal. Foto: dok ICDX.

Ekonomi Halal: Pengertian dan Peringkat Indonesia di Kancah Global

Husen Miftahudin • 3 February 2026 12:38

Jakarta: Ekonomi halal, sebagai sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah Islam, terus menunjukkan pertumbuhan signifikan secara global. Indonesia menempati posisi terdepan dalam perkembangan ini, dengan prestasi yang diakui dalam laporan internasional.
 

Pertumbuhan ekonomi halal


Pasar ekonomi halal didorong oleh populasi muslim dunia yang mencapai 1,8 miliar jiwa dan diproyeksikan terus bertambah. Pada 2019, konsumsi muslim global untuk produk dan gaya hidup halal mencapai sekitar USD2,2 triliun, dan diprediksi meningkat menjadi USD2,4 triliun pada 2024.

Sektor-sektor utama yang berperan meliputi makanan dan minuman halal, keuangan syariah, fesyen muslim, kosmetik dan farmasi halal, pariwisata ramah muslim, serta media dan rekreasi islami.

Faktor pendorong pertumbuhannya antara lain peningkatan kesadaran religius, kesejahteraan ekonomi di negara-negara muslim, penetrasi teknologi digital, serta tren ethical-consumerism yang membuat produk halal diminati juga oleh konsumen non-muslim karena jaminan keamanan, kebersihan, dan kebaikannya.
 
Baca juga: Perkuat Ekosistem Halal, BPJPH Harap Usaha Besar Jadi Mitra UMK


(Ilustrasi ekonomi syariah. Foto: dok UIN Antasari Banjarmasin)
 

Peringkat dan prestasi Indonesia


Dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan menduduki peringkat ke-3 secara global. Skor Global Islamic Economy Indicator (GIEI) Indonesia mencapai 99,9, mengalami peningkatan tajam sebesar 19,8 poin dari periode sebelumnya.

Kekuatan Indonesia terlihat dari kontribusi beberapa sektor kunci yang masuk dalam peringkat top global:
  • Peringkat 1: Fesyen Muslim
  • Peringkat 2: Pariwisata Ramah Muslim, serta Kosmetik & Farmasi Halal
  • Peringkat 4: Makanan Halal
  • Peringkat 6: Keuangan Syariah
  • Peringkat 7: Media & Rekreasi

Pencapaian luar biasa juga terlihat dari realisasi investasi halal. Indonesia berhasil menarik investasi senilai USD1,6 miliar atau sekitar Rp27,04 triliun dari 40 transaksi, suatu angka yang bahkan melampaui Uni Emirat Arab yang hanya menarik investasi sebesar USD1,53 miliar dan menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam hal daya tarik investasi sektor halal.

Posisi Indonesia di peringkat ketiga ekonomi halal global, didukung oleh kekuatan di berbagai sektor dan kemampuan menarik investasi besar, mencerminkan potensi dan momentum positif yang kuat.

Dengan dukungan regulasi, inovasi industri, dan kesadaran masyarakat yang terus berkembang, ekonomi halal diperkirakan akan semakin berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional di masa depan.

Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV. (Muhammad Adyatma Damardjati)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)