Banjir bandang di Solok, Sumbar. (MI)
Gubernur Sumbar Tinjau Penanganan Banjir Solok, Fokus Penyelamatan Warga
Yose Hendra • 23 September 2026 10:51
Solok: Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung penanganan pascabencana banjir bandang yang melanda Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Bencana yang terjadi pada Senin malam, 21 September 2026, itu merendam permukiman warga hingga melumpuhkan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, kami menyampaikan dukacita mendalam atas musibah di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak. Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat segera ditemukan," ujar Mahyeldi di lokasi bencana, Selasa, 22 September 2026.
"Melalui Pak Sekda, validasi data harus segera disiapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera dilakukan," tegasnya.
Banjir bandang tersebut membawa material lumpur dari kawasan perbukitan. Akibatnya, 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Solok dilaporkan mengalami rusak berat.

Tim SAR melakukan pencarian korban dari bencana banjir bandang di Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa, 22 September 2026. ANTARA/HO-SAR Padang
Merespons kondisi tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari usai berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
"Ini duka kita bersama. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan," ungkap Jon.
Selama masa tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan sebagai posko evakuasi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah juga menyiagakan dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi untuk memastikan kebutuhan pangan serta logistik masyarakat terdampak terpenuhi.
Sebagai langkah mitigasi banjir susulan di tengah peringatan curah hujan tinggi dari BMKG, Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait telah menyiagakan alat berat untuk mengeruk sedimen sungai. Mahyeldi juga menginstruksikan seluruh jajaran agar bergerak cepat dan terkoordinasi dalam memastikan keselamatan warga selama masa tanggap darurat.