Badan Geologi Analisis Fenomena Blue Fire di Kawah Gunung Papandayan

Suasana kawasan kawah Gunung Papandayan yang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan kemunculan api biru (blue fire) pada 24 September 2026. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)

Badan Geologi Analisis Fenomena Blue Fire di Kawah Gunung Papandayan

Silvana Febiari • 25 September 2026 13:44

Bandung: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tim tanggap darurat ke kawasan Kawah Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tim tersebut bertugas memeriksa dan menganalisis potensi bahaya dari fenomena pancaran api biru (blue fire).

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Rita Susilawati mengonfirmasi hasil pengamatan visual pada 23 September 2026 mencatat adanya pendaran nyala biru keunguan di beberapa titik lokasi dengan sebaran yang cukup luas.

"Tim Badan Geologi saat ini sedang melakukan pemeriksaan lapangan untuk menganalisis fenomena tersebut dan potensi bahayanya," ujar Rita, dilansir dari Antara, Jumat, 25 September 2026. 


Pada 24 September 2026, pancaran sinar yang teramati mulai berkurang, lebih terkonsentrasi, serta berpendar warna biru keputihan. Kemunculan fenomena tersebut diinterpretasikan sebagai pembakaran belerang alami pada area solfatara, mirip dengan peristiwa yang pernah dilaporkan melanda kawasan kawah baru Gunung Papandayan sebelumnya.

Badan Geologi mencatat sejak 2025 bukaan Kawah Manuk cenderung menyempit dan intensitas asap permukaan menurun. Kondisi ini mengindikasikan pergeseran jalur pelepasan gas panas ke rekahan atau dinding kawah di sekitarnya.


Suasana kawasan kawah Gunung Papandayan yang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan kemunculan api biru (blue fire) pada 24 September 2026. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)


Kendati demikian, PVMBG menegaskan hubungan antara penyempitan bukaan Kawah Manuk dan munculnya api biru (blue fire) masih dikaji. Kesimpulan belum dapat ditarik hanya berdasarkan rekaman visual.

Rita memastikan aktivitas vulkanik Gunung Papandayan masih stabil pada Level I (Normal). Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diimbau tetap tenang serta tidak beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari kawah aktif.

(Silvana Febiari)