Acara Pelatihan Penulisan Puisi Esai bertema Dari Calon Guru, Tumbuh Generasi Penulis. Dok. Istimewa
Mahasiswa Didorong Belajar Merawat Martabat Manusia
Achmad Zulfikar Fazli • 23 September 2026 21:30
Jakarta: Mahasiswa didorong belajar merawat martabat manusia lewat puisi esai. Kepekaan mahasiswa diharapkan mendorong mengenali penderitaan tersembunyi, mendengarkan suara anak, dan membangun ruang belajar yang membuat setiap siswa merasa diterima.
Kegiatan ini dilakukan dalam acara Pelatihan Penulisan Puisi Esai bertema Dari Calon Guru, Tumbuh Generasi Penulis, yang digelar Denny JA Foundation bersama Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College Universitas Pelita Harapan (UPH).
Program di kampus UPH ini dirancang bagi 30 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan.
"Pada acara ini peserta mempelajari cara menggali ide, melakukan riset sederhana, menentukan tokoh dan konflik, serta mengolah realitas menjadi narasi puitik. Praktik menulis dan umpan balik menjadi bagian dari pelatihan, dengan penekanan pada akurasi fakta dan penghormatan terhadap martabat subjek," kata Ketua Koordinator Puisi Esai Indonesia Monica JR, dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2026.
.jpg)
Ilustrasi. Dok. Medcom
Puisi esai diperkenalkan sebagai genre sastra yang mengemban mandat budaya untuk meningkatkan martabat manusia. Dengan mempertemukan fakta, imajinasi, dan bahasa puitik, puisi esai mengajak pembaca memahami pengalaman sesama serta menumbuhkan kepedulian terhadap mereka yang suaranya jarang terdengar.
Sebelum mengenalkan puisi esai, Monica membacakan karya Denny JA berjudul Jangan Bully Aku, Aku Bisa Buat Bom. Puisi tersebut dipilih karena relevansinya dengan kasus perundungan di sekolah, mengajak peserta melihat luka anak-anak yang dikucilkan dan pentingnya kehadiran guru yang peduli.
Melalui pengalaman ini, para calon guru diharapkan membawa kecintaan pada sastra dan kepedulian terhadap manusia ke ruang kelas.