Niat Keramas Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Ilustrasi mandi/Medcom.id

Niat Keramas Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Putri Purnama Sari • 18 February 2026 16:23

Jakarta: Menjelang Ramadan, sebagian masyarakat Muslim di Indonesia memiliki kebiasaan keramas atau mandi besar sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci. 

Tradisi ini berkembang di berbagai daerah dan kerap dimaknai sebagai simbol penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Namun, bagaimana kedudukannya dalam ajaran Islam? Apakah ada niat khusus untuk keramas sebelum puasa Ramadan? Berikut informasinya.

Apakah Keramas Sebelum Ramadan Wajib?

Dalam fikih Islam, tidak terdapat tuntunan khusus yang mewajibkan keramas sebelum memasuki Ramadan. Yang diwajibkan dalam syariat adalah mandi besar atau mandi junub apabila seseorang berada dalam keadaan hadas besar.

Kewajiban bersuci ini didasarkan pada ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya menjaga kesucian sebelum melaksanakan ibadah tertentu, termasuk salat dan puasa.

Keramas sebelum Ramadan pada dasarnya termasuk mandi biasa yang hukumnya mubah (diperbolehkan). Jika diniatkan sebagai bentuk kebersihan diri dan kesiapan menyambut bulan ibadah, maka hal tersebut bernilai baik.

Namun, tidak ada dalil khusus yang mensyariatkan niat tertentu untuk keramas menjelang puasa. Seperti yang dijelaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81).

"Dan sisa mandi-mandi yang disunahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya di antaranya membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah, dan setiap malam di bulan Ramadan. Imam Al-Adzra'i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjemaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu."
 

Bacaan Niat Mandi Wajib

Apabila seseorang melakukan mandi besar karena hadas, berikut lafal niat mandi wajib yang umum dibaca:



Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."

Niat tersebut berlaku untuk mandi wajib karena hadas besar. Sementara itu, berikut adalah doa keramas sebelum puasa Ramadan.



Nawaitu ada'al ghuslil masnuni li fi hadzihil lailatil min romadhona lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."
 

Tata Cara Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadan

Jika sudah mengetahui bacaan niat mandi puasa Ramadan seperti yang sudah diberikan di atas, sekarang Anda perlu tau tata cara mandinya. Berikut ini tata cara mandi puasa ramadan yang perlu diketahui sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan:
  1. Membaca niat mandi keramas seperti yang sudah dituliskan di atas
  2. Cuci tangan sebanyak tiga kali, tujuannya untuk menghilangkan najis
  3. Bersihkan bagian tubuh yang tersembunyi seperti daerah kemaluan dengan menggunakan tangan kiri
  4. Kemudian cuci kembali tangan kamu agar kembali bersih baik menggunakan sabun atau tidak
  5. Mengambil wudhu seperti saat kamu hendak berwudhu untuk melakukan sholat
  6. Mengguyur rambut di bagian kepala sebanyak 3 kali dengan air hingga membasahi kulit kepala dan pangkal rambut.
  7. Membersihkan pangkal rambut yang sudah dibasahi air dengan menggunakan jari-jari, bagi laki-laki wajib menyela pangkal rambut, namun hal tersebut tidak diwajibkan untuk perempuan
  8. Membersihkan seluruh bagian tubuh dengan mendahulukan bagian yang kanan. Kamu juga harus memastikan bahwa semua lipatan yang ada pada tubuh juga ikut dibersihkan sampai benar-benar bersih

Penjelaan Sah atau Tidaknya Puasa Jika Tidak Keramas

Dalam perspektif syariat, sah atau tidaknya puasa tidak ditentukan oleh keramas sebelum Ramadan. Keramas bukan syarat maupun rukun puasa.

Yang menjadi syarat sah puasa adalah niat yang dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Oleh karena itu, seseorang tetap sah berpuasa meskipun tidak melakukan keramas sebelum Ramadan.

Islam lebih menekankan kesiapan spiritual dalam menyambut Ramadan. Membersihkan hati dari iri, dengki, serta memperbaiki hubungan dengan sesama merupakan bagian penting dari persiapan menyambut bulan suci.

Tradisi keramas dapat dimaknai sebagai simbol kebersihan lahir yang sejalan dengan upaya memperbaiki batin. Namun, yang paling utama adalah ketulusan niat, komitmen meningkatkan ibadah, dan kesungguhan memperbaiki diri selama Ramadan.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)