Founder dan CEO FDC Dental Clinic, Ita Lestari. Foto: dok FDC.
Bisnis Kesehatan tak Sekadar Bicara Untung
Ade Hapsari Lestarini • 10 August 2026 17:21
Jakarta: Founder dan CEO FDC Dental Clinic, Ita Lestari, mengajak pemilik bisnis kesehatan tidak melihat pertumbuhan hanya dari peningkatan pendapatan dan jumlah cabang, tetapi juga dari manfaat yang diciptakan bagi pelanggan, tim, dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ita dalam Clinic Growth Masterclass for Owner yang diselenggarakan Aksoro Business School. Dalam kesempatan tersebut, Ita membagikan perjalanan FDC dari bisnis layanan kesehatan gigi hingga berkembang menjadi ekosistem layanan kesehatan gigi berbasis teknologi.
Menurut Ita, pertumbuhan bisnis membutuhkan perubahan pola pikir atau growth mindset dari founder, yakni dari sekadar menjalankan bisnis menjadi membangun sistem, sumber daya manusia, dan dampak.
Melalui studi kasus, Ita mengajak peserta menjawab tiga keputusan penting dalam ekspansi bisnis, yakni Where to Grow, Who to Build, dan What Impact to Create.
Pemilik klinik, menurut dia, perlu menentukan ekspansi berdasarkan persoalan dan kebutuhan masyarakat yang ingin diselesaikan, bukan hanya melihat potensi pasar.
FDC tumbuh dari upaya menjawab tiga hambatan masyarakat dalam mengakses layanan dokter gigi, yakni persepsi biaya yang mahal, rasa takut, dan proses layanan yang dianggap lama.
"Pertumbuhan perusahaan seharusnya memperbesar manfaat, bukan hanya revenue. Ketika bisnis semakin besar, akses kesehatan, kualitas pelayanan, kesempatan bagi tim untuk berkembang, dan dampak kepada masyarakat juga harus ikut bertumbuh," ujar Ita, Senin, 10 Agustus 2026.

Clinic Growth Masterclass for Owner. Foto: dok Aksoro Business School.
Pertumbuhan bisnis menuntut pengembangan tim
Pertumbuhan bisnis juga menuntut founder mengembangkan tim. Dalam materi Leadership Journey: From Me, We, Us, Ita menggambarkan perubahan kepemimpinan dari leading myself, menjadi leading people, hingga akhirnya leading impact.
Di FDC, pendekatan tersebut diterapkan melalui pengembangan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, kesejahteraan dan apresiasi tim, pembangunan calon pemimpin, serta budaya customer first, integrity, learning and growth, dan continuous improvement.
Prinsip tersebut terangkum dalam ITA Leadership Value, yaitu Impact, Trust, dan Agility. Menurut Ita, bisnis yang ingin berkembang harus mampu menciptakan dampak, membangun kepercayaan kepada tim, serta memiliki kemampuan untuk berinovasi, beradaptasi, mengeksekusi, dan membangun sistem.
Saat ini, FDC telah memiliki sekitar 70 cabang dari Medan hingga Sorong dan melayani lebih dari 60 ribu reservasi setiap bulan atau sekitar 2.000 pasien per hari. Sejumlah cabang tersebut diawali dengan kegiatan tanggung jawab sosial melalui FDC Foundation.
"Sebagai contoh, pascakegiatan sosial di Sorong, kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan dokter gigi, lalu membuka cabang di Sorong. Begitu juga saat membuka cabang di Sukabumi, setelah FDC melakukan kegiatan sosial di Ciptagelar," tambah dia.
Selain bidang kesehatan, FDC memperluas komitmen melalui sport lifestyle dan aktivitas edukasi kesehatan. FDC antara lain mendukung sejumlah kegiatan olahraga, termasuk pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam pada 3 Agustus 2026. FDC juga memberikan dukungan kepada atlet aerobik Indonesia Makahanap Reyndi Varenain dalam keikutsertaannya pada FIG Aerobic Gymnastics World Cup 2026 yang berlangsung pada 27-29 Juni 2026 di Nanchang, Tiongkok.
Clinic Growth Masterclass diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan daring, yang terdiri atas dokter sekaligus pemilik klinik, founder, praktisi, serta profesional dari berbagai bidang kesehatan. Program tersebut diselenggarakan Aksoro Business School untuk memperkuat kemampuan pemilik bisnis klinik dalam membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.