Ilustrasi sumur rakyat. Foto: Freepik.
SKK Migas: Produksi Sumur Rakyat Capai Rata-rata 400 Barel/Hari
Husen Miftahudin • 21 May 2026 11:07
Tangerang: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat rata-rata produksi dari sumur rakyat yang telah diberi izin sekitar 400 barel per hari.
"Kalau seluruhnya, rata-ratanya sekarang sudah hampir 400 barel," ucap Kepala SKK Migas Djoko Siswanto ketika ditemui di sela-sela IPA Convex, Tangerang, Banten, dikutip dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
Djoko menjelaskan, masing-masing daerah memiliki jumlah produksi yang berbeda-beda. Ia mencatat peringkat tertinggi berasal dari sumur rakyat di Jambi, dengan produksi puncak mencapai sekitar 2.700 barel minyak.
"Beda-beda (produksinya) per hari. Minimal setiap pengiriman itu sekitar 200 barel. Rata-rata (Jambi), ya," ucap Djoko.
Dalam kesempatan tersebut, Djoko menegaskan rata-rata produksi sumur rakyat akan meningkat. Sebab saat ini masih berlangsung uji coba di sejumlah sumur rakyat, seperti pemeriksaan kadar air. "(Produksinya) akan terus meningkat. Kan uji coba dulu, dites dulu kadar airnya gimana. Gitu," jelas Djoko.
Capaian tersebut merupakan realisasi dari Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 yang mengatur kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas), khususnya melalui reaktivasi sumur tua dan pengolahan sumur masyarakat secara legal.
Hasil minyak dari sumur rakyat akan dibeli oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti Pertamina dan MedcoEnergi, dengan harga 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
Djoko mengungkapkan bahwa produksi sumur rakyat yang diserap oleh MedcoEnergi dibatasi di level 500 barel per hari. "Medco tuh kan ada. Itu saat ini dibatasi, baru 500 barel per hari. Karena fasilitasnya sedang disiapkan," kata Djoko.
| Baca juga: SKK Migas Temukan 13 Sumur Minyak Baru, Cadangan Nyaris 1 Juta Barel |

(SKK Migas. Foto: dok SKK Migas)
Pertamina diminta percepat penyerapan minyak sumur rakyat
Ketika memberi sambutan dalam IPA Convex, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 bertujuan untuk menghadirkan pemerataan di sektor hulu migas.
Pemerintah tidak hanya memikirkan perusahaan besar, kata Bahlil. Pemerintah meminta kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah ditunjuk oleh pemerintah untuk menerima hasil minyak yang diproduksi oleh kelompok koperasi maupun UMKM yang mengelola sumur rakyat.
"Masyarakat juga sekarang sudah bisa mengambil hasil bumi, minyak, dengan baik. Tolong, yang sudah dikasih tunjuk itu tolong diambil minyaknya. Cepat," ujar Bahlil.
Ia juga meminta kepada Pertamina untuk mempercepat penyerapan produksi minyak dari sumur rakyat. Bahlil ingin Pertamina segera berkontribusi terhadap program pemerintah.
"Tolong dipercepat, Pertamina. Jangan kalian pikir bahwa UMKM, terus bisa buat lambat-lambat. Saya sampaikan equal treatment. Bagi negara, berpihak kepada BUMN itu penting, tapi jauh lebih penting kepentingan negara,” kata Bahlil.